Advertisement

Koalisi 30 Negara Bahas Pembukaan Serat Hormuz di Tengah Konflik

Newswire
Rabu, 08 April 2026 - 13:47 WIB
Maya Herawati
Koalisi 30 Negara Bahas Pembukaan Serat Hormuz di Tengah Konflik Selat Hormuz Iran. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, MOSKOW—Upaya membuka kembali jalur vital energi dunia mengemuka setelah lebih dari 30 negara menggelar konferensi militer daring untuk membahas akses Selat Hormuz yang terganggu konflik. Pertemuan ini menyoroti kekhawatiran global terhadap distribusi minyak dan LNG yang sempat tersendat.

Konferensi yang dipimpin Inggris pada Selasa (7/4/2026) itu melibatkan perencana militer dari berbagai negara untuk menyusun langkah pengamanan pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Advertisement

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan akses ke Selat Hormuz kembali aman dan terbuka bagi kapal-kapal internasional.

“Perencana militer, sekutu, dan mitra dari 30 lebih negara bergabung dalam konferensi perencanaan virtual hari ini untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan akses ke Selat Hormuz di masa depan aman dan mudah,” demikian pernyataan resmi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, bersama para menteri luar negeri negara koalisi.

Dalam forum tersebut, negara-negara peserta sepakat mempertimbangkan berbagai opsi untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran, termasuk kemungkinan sanksi.

Sebanyak 38 negara telah menandatangani deklarasi yang menyatakan kesiapan membantu membuka blokade Selat Hormuz. Dukungan awal datang dari Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, serta Jepang.

Situasi ini berakar dari eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi yang terus meningkat hampir menghentikan aktivitas pengiriman di Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global. Dampaknya, harga bahan bakar di berbagai negara melonjak.

Kondisi ini membuat pembukaan kembali selat tersebut menjadi prioritas internasional untuk menstabilkan pasokan energi dan meredam gejolak harga di pasar global.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel di Jogja Disidak, Legalitas dan Keamanan Diperiksa

Hotel di Jogja Disidak, Legalitas dan Keamanan Diperiksa

Jogja
| Rabu, 08 April 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement