Advertisement
Koalisi 30 Negara Bahas Pembukaan Serat Hormuz di Tengah Konflik
Selat Hormuz Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Upaya membuka kembali jalur vital energi dunia mengemuka setelah lebih dari 30 negara menggelar konferensi militer daring untuk membahas akses Selat Hormuz yang terganggu konflik. Pertemuan ini menyoroti kekhawatiran global terhadap distribusi minyak dan LNG yang sempat tersendat.
Konferensi yang dipimpin Inggris pada Selasa (7/4/2026) itu melibatkan perencana militer dari berbagai negara untuk menyusun langkah pengamanan pelayaran di kawasan strategis tersebut.
Advertisement
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan akses ke Selat Hormuz kembali aman dan terbuka bagi kapal-kapal internasional.
“Perencana militer, sekutu, dan mitra dari 30 lebih negara bergabung dalam konferensi perencanaan virtual hari ini untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan akses ke Selat Hormuz di masa depan aman dan mudah,” demikian pernyataan resmi.
BACA JUGA
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, bersama para menteri luar negeri negara koalisi.
Dalam forum tersebut, negara-negara peserta sepakat mempertimbangkan berbagai opsi untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran, termasuk kemungkinan sanksi.
Sebanyak 38 negara telah menandatangani deklarasi yang menyatakan kesiapan membantu membuka blokade Selat Hormuz. Dukungan awal datang dari Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, serta Jepang.
Situasi ini berakar dari eskalasi konflik sejak akhir Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi yang terus meningkat hampir menghentikan aktivitas pengiriman di Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global. Dampaknya, harga bahan bakar di berbagai negara melonjak.
Kondisi ini membuat pembukaan kembali selat tersebut menjadi prioritas internasional untuk menstabilkan pasokan energi dan meredam gejolak harga di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kasus Campak Naik, Nakes di Daerah Rawan Diprioritaskan Vaksin
- PBB Pastikan Gugurnya TNI di Lebanon Akibat Serangan Tank Israel
- Pernyataan Trump Terkait Gencatan Senjata dengan Iran
- Harga Minyak Dunia Anjlok Seusai Keputusan Gencatan Senjata AS-Iran
- Harga Avtur Naik, Prabowo Pastikan Biaya Haji Tak Bertambah
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Skor Real Madrid vs Bayern Perempat Final Liga Champions
- Banyak Tak Sadar Kekurangan Vitamin Ini Bisa Picu Risiko Diabetes
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Menkeu Tegaskan Kebijakan BBM Subsidi Atas Arahan Presiden
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Hasil Real Madrid vs Bayern Skor 1-2, Harry Kane Bungkam Bernabeu
Advertisement
Advertisement








