Paling Beda, Mbok Yem Mudik Pakai Tandu 

Mbok Yem./Aho Channel - Youtube
01 Mei 2022 02:27 WIB Khadijah Shahnaz News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menjelang Hari Raya, banyak warga mudik menggunakan transportasi darat, air, maupun udara. Berbeda dengan pemudik lainnya Wakiyem atau yang akrab dipanggil Mbok Yem mudik menggunakan tandu.

Mbok Yem terkenal di antara para pendaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur dikarenakan Mbok Yem merupakan pemilik warung di puncak Gunung Lawu tersebut.  

Warung milik Mbok Yem juga  berada tepat di pertemuan tiga jalur pendakian via Cemoro Sewu, Comoro Kandang, dan Cetho. Warung ini berdiri diatas ketinggian 3.150 mdpl, sehingga Mbok Yem menjadikan warung sekaligus rumahnya.

Warung milik Mbok Yem ini memiliki peran penting bagi para pendaki. Selain menyediakan makanan, warung ini juga menjadi tempat evakuasi jika terjadi sesuatu.

Sama seperti pemudik lainnya, di hari Raya Idulfitri, wanita asal Dukuh Dagung ini ingin menghabiskan Lebaran bersama keluarga, mengingat Mbok Yem yang sudah berumur, pendaki dan para warga yang ingin turun dari Gunung Lawu membantu Mbok Yem.

Dari video yang beredar di youtube maupun instagram, Mbok Yem ditandu dengan batang bambu oleh tiga orang dan satu orang sebagai pemandu jalan. Adapun perjalan Mbok Yem sempat terhambat dikarenakan longsor di jalur Cemoro Sewu, tepatnya di bawah Pos 4 Gunung Lawu.  Maka dari itu Mbok Yem dan para pendaki harus mencari jalur turun di bebatuan besar dan reruntuhan pohon. 

Dari video Aho Channel ada komentar netizen yang mengenali Mbok Yem dan mengatakan akhirnya pemilik warung di kawasan Argo Dalam ini turun juga.

" Akhirnya mbok yem bakdan ..turun gunung..sugeng riyadin yo mbok yem.maaf lahir dan batin..mg mbok yem panjang umur sehat selalu dan bahagia momong putra wayah...selamat idul fitri  mbok yem.." ujar Jay Arfin dikutip dari Youtube Aho Channel, Sabtu (30/4/2022)

Sebagai informasi, warung milik  Mbok Yem sudah berdiri sejak 1970.

Sumber : Bisnis Indonesia