Advertisement

Rusia Ancam Kerahkan Nuklir untuk Cegah Swedia dan Finlandia Masuk NATO

John Andhi Oktaveri
Jum'at, 15 April 2022 - 08:07 WIB
Budi Cahyana
Rusia Ancam Kerahkan Nuklir untuk Cegah Swedia dan Finlandia Masuk NATO Warga Ukraina terpaksa mengungsi dari rumahnya lantaran pasukan Rusia membombardir kota Mariupol, Ukraina - Aljazeera

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, aliansi militer yang dipimpin AS, Rusia akan mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik ke wilayah Oblast Kaliningrad.

Finlandia, yang berbatasan dengan Rusia sepanjang 1.300 km (810 mil), dan Swedia sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi NATO. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dmitry Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, maka Rusia harus memperkuat angkatan darat, angkatan laut dan udaranya di Laut Baltik. Dia mengatakan Rusia memiliki wilayah strategis Oblast Kaliningrad yang diapit di antara Polandia dan Lithuania atau yang dikenal dengan wilayah eksklave.

Medvedev juga secara eksplisit menyatakan akan ada ancaman nuklir dengan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi pembicaraan tentang Baltik "bebas nuklir".  

“Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik dan keseimbangan harus dipulihkan,” kata Medvedev, mantan presiden Rusia dari 2008 hingga 2012 seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (15/4/2022).

Medvedev mengatakan dia berharap Finlandia dan Swedia akan bertindak logis. Jika tidak, katanya, mereka harus hidup dengan senjata nuklir dan rudal hipersonik di dekat rumah mereka.

Rusia memiliki gudang hulu ledak nuklir terbesar di dunia dan bersama dengan China dan Amerika Serikat adalah salah satu pemimpin global dalam teknologi rudal hipersonik.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa persoalan keanggotaan NATO itu telah dibicarakan berkali-kali dan Presiden Vladimir Putin telah mengeluarkan perintah untuk "memperkuat sayap barat kami" karena potensi militer NATO yang berkembang.

Ketika ditanya apakah penguatan itu akan mencakup senjata nuklir, Peskov berkata, “Saya tidak bisa mengatakan … Akan ada seluruh daftar tindakan, langkah-langkah yang diperlukan. Ini akan dibahas pada pertemuan terpisah oleh presiden.”

Lithuania menyatakan ancaman Rusia bukanlah hal baru dan bahwa Moskow telah mengerahkan senjata nuklir ke Kaliningrad jauh sebelum perang di Ukraina.Akan tetapi tidak ada komentar langsung dari NATO tentang peringatan Rusia tersebut. 

Sementara itu, Finlandia dan Swedia terus memproses perizinan masuk anggota NATO yang didirikan pada tahun 1949 untuk melindungi negara Barat dari Uni Soviet. 

Masuknya kedua  negara itu jadi anggota NATO  akan menjadi salah satu konsekuensi strategis terbesar dari perang di Ukraina.

Tindakan militer Moskow di Ukraina telah memicu perubahan dramatis dalam opini publik dan politik di Finlandia dan Swedia tentang kebijakan non-blok militer yang telah lama dipegang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Fasyankes Dukung Usia Harapan Hidup Lansia Kota Jogja Meningkat

Jogja
| Minggu, 29 Januari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement