Advertisement

Kementerian PUPR Kebut Pembangunan 1.951 Huntap di Lumajang

Media Digital
Senin, 14 Maret 2022 - 09:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kementerian PUPR Kebut Pembangunan 1.951 Huntap di Lumajang Jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan memantau program pembangunan hunian tetap (Huntap) sebanyak 1.951 untuk masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, belum lama ini. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAWA TIMUR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus mengebut pekerjaan pembangunan hunian tetap (Huntap) sebanyak 1.951 untuk masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Pembangunan Huntap tersebut juga mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy karena proses pembangunannya cukup pesat dan masif serta diharapkan menjadi contoh untuk penanganan pasca bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengungkapkan, pihaknya akan bekerja keras di lapangan guna menyelesaikan pembangunan Huntap tersebut. Apalagi masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru sangat membutuhkan hunian yang layak.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kami akan mempercepat pembangunan Huntap ini dengan memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sehingga proses pembangunan rumah bisa lebih cepat dan tentunya tahan terhadap gempa," ujar Iwan Suprijanto dalam rilis yang diberitakan Harianjogja.com, Senin (14/3/2022).

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, Pembangunan Huntap dilaksanakan sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo untuk menyediakan rumah relokasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru atau yang berada di zona merah. Pembangunan Huntap dilaksanakan oleh  Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yakni Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV sebanyak 1.951 unit Huntap di Kabupaten Lumajang.

Huntap yang dibangun adalah rumah tipe 36 dan akan digunakan untuk merelokasi warga terdampak erupsi yang berasal dari tujuh desa di Kabupaten Lumajang yakni Desa Sumbersari, Desa Kebondeli Utara, Desa Kebondeli Selatan, Desa Curah Koboan, Desa Gumukmas, Desa Kamarkajang, dan Desa Kajar Kuning.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Bagaimana Nasib Gedung Pemerintahan dan Perkantoran di Jakarta?

Anggaran pembangunan Huntap sebanyak 1.951 unit tersebut sekitar Rp 350,55 Milyar. Huntap dibangun dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang memiliki teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat.

"Pembangunan Huntap dipercayakan kepada PT. Brantas Abipraya dan PT. Hutama Karya dengan progres minggu ini 22,23 persen. Kami targetkan pembangunannya bisa selesai sebelum Lebaran sehingga warga bisa berlebaran di rumah yang baru," kata Iwan.

Adanya pembangunan Huntap yang dilaksanakan Kementerian PUPR di Kabupaten Lumajang juga mendapat apresiasi dan Menko PMK, Muhadjir Effendy pada Sabtu tanggal 13 Maret 2022 lalu melakukan peninjauan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di sekitar Gunung Semeru.

Selain meninjau kondisi pengungsi di tempat pengungsian, Menko PMK didampngi Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Sultan Sidik Nasution juga meninjau perkembangan pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana Gunung Semeru.

 “Secara umum proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah hunian sementara dan hunian tetap sudah berjalan sangat baik bahkan di luar ekspektasi karena prosesnya cukup cepat di lapangan. Dari 1.951 unit rumah yang akan dibangun sebagian besar sudah terlihat progres bangunan rumahnya," katanya.

Menjadi Contoh

Menko PMK, Muhadjir Effendy menerangkan, ke depan pihaknya berharap  pola penanganan pasca bencana yang dilakukan Kementerian PUPR di Kabupaten Lumajang tersebut diharapkan dapat menjadi contoh untuk daerah-daerah lain. Adanya pembangunan Huntap juga mampu membantu masyarakat terdampak bencana untuk memiliki hunian yang layak huni.

"Adanya pembangunan Huntap  ini nantinya bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penghuni. Kami berharap pembangunan hunian tetap ini bisa segera rampung dan ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru dapat segera menempati hunian tersebut," harapnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pendapatan BPHTB Sleman 2022 Capai Rp239 Miliar

Sleman
| Sabtu, 04 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement