Advertisement

Kelamaan Peroleh Vaksin Dosis Kedua, 2,4 Juta Orang Indonesia Harus Suntik Ulang

Aprianus Doni Tolok
Kamis, 17 Februari 2022 - 07:27 WIB
Budi Cahyana
Kelamaan Peroleh Vaksin Dosis Kedua, 2,4 Juta Orang Indonesia Harus Suntik Ulang Sentra vaksinasi di Jawa Barat. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Sedikitnya 2,4 juta penduduk Indonesia harus mengulang disuntik vaksin Covid-19 gara-gara kelamaan mendapat suntikan dosis kedua.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kementerian Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan 2,4 juta orang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua selama lebih dari enam bulan setelah disuntik vaksin dosis 1. Dengan demikian, 2,4 juta orang tersebut harus mengulang kembali vaksinasi Covid-19 dari dosis pertama.

BACA JUGA: Alert! Zona Hijau di Sleman Tinggal 6 Desa, 61 Lainnya Zona Merah

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Bagi masyarakat yang belum mendapatkan dosis kedua dalam waktu lebih dari enam bulan, vaksinasi primernya akan dihitung untuk diulang kembali," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/2/2022).

Dia menambahkan, masyarakat yang harus mengulang vaksinasi primer dari awal bisa memilih jenis vaksin yang berbeda dari sebelumnya.

Aturan untuk mengulang vaksinasi jika enam bulan atau lebih tidak mendapatkan vaksinasi dosis 2 setelah dosis 1 merupakan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Nadia juga menyampaikan ada sebanyak 18,4 juta orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dalam rentang kurang dari enam bulan. Mereka, kata Nadia, masih bisa melanjutkan untuk menerima dosis kedua dan tidak perlu mengulang dari dosis pertama.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar masyarakat segera melengkapi vaksin Covid-19 agar terlindungi dengan sempurna, khususnya dari varian Omicron.

"Tolong segera dilengkapi vaksinasinya. Jangan tunggu-tunggu lagi, jangan pilih-pilih lagi vaksinnya, langsung disuntik," kata Budi dalam keterangan pers, Senin (14/2/2022).

Advertisement

Budi mengatakan, masyarakat harus mendapatkan proteksi vaksin Covid-19 secara lengkap dua dosis. Pasalnya, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 banyak yang masuk intensive care unit (ICU) hingga akhirnya wafat ternyata belum mendapat suntikan vaksinasi secara lengkap.

BACA JUGA: Viral karena Menganggap Corona Sudah Tidak Ada, Ini Penjelasan Bupati Karanganyar

Berdasarkan data Kemenkes RI, 68 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia disebabkan karena mereka belum mendapat vaksin lengkap. Begitu juga dengan 60 persen pasien yang dirawat di ruang ICU. "Jadi tolong bantu agar segera divaksin. Karena itu tadi, 60 persen yang wafat itu belum divaksin atau vaksinasi belum lengkap. 60 persen yang masuk ke ICU itu belum vaksinasi lengkap," ujarnya.

Advertisement

Dia meminta agar seluruh elemen masyarakat terus mendorong suksesnya program vaksinasi, untuk meminimalisir potensi lonjakan virus Covid-19. “Tolong didorong [vaksinasi]. Sekarang baru tujuh provinsi yang vaksinasinya lengkap dua dosis dan baru empat provinsi yang vaksinasi lansianya 70 persen dua dosis, yaitu Jakarta, Bali, DIY, dan Kepri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kenalkan Potensi Wisata Sleman Barat, Tour de Merapi 2022 Kembali Digelar

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement