Advertisement
Lokasi Rest Area Tol Jogja-Solo Bergeser
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN--Sejumlah rest area akan dibangun di wilayah Klaten yang dilintasi tol Jogja-Solo. Namun belakangan dikabarkan, lokasi rest area akan bergeser.
Lokasi rest area jalan tol Jogja-Solo yang ada di Kecamatan Karangnongko, Klaten direncanakan bergeser. Pemkab berharap lokasi rest area tetap berada di lokasi sesuai rencana awal.
Advertisement
Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku pelaksana proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo berencana menggeser rencana lokasi rest area.
Ada dua lokasi rest area jalan tol Solo-Jogja yag direncanakan berada di wilayah Klaten. Kedua lokasi itu yakni di Desa Jagalan-Demakijo, Kecamatan Karangnongko dan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.
Rest area di Desa Jagalan-Demakijo direncanakan digeser ke Manjungan. Alhasil, dari rencana persegeran itu bakal ada dua rest area di Manjungan dan di tepi kedua ruas jalan tol.
BACA JUGA: Polisi Sebut Pengepungan Warga Wadas Hoaks, Netizen: Pembuat Hoaks Terbesar Adalah Penguasa
Mulyani menjelaskan sejumlah pertimbangan pelaksana berencana menggeser rest area di Karangnongko yakni berada di saluran irigasi, dekat dengan sumber air, serta dekat dengan tikungan.
"Kalau masih dimungkinkan saya berharap disesuaikan dengan penlok [penetapan lokasi] pertama," kata Mulyani saat ditemui seusai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat pemkab membahas perkembangan pembangunan jalan tol Solo-Jogja, Jumat (1/2/2022).
Mulyani mengatakan jika memang rencana lokasi rest area tetap digeser, dia berharap pergeseran tetap berada di wilayah Karangnongko. Alasannya agar tetap ada dua rest area di lokasi berbeda untuk pemerataan.
"Harapan saya agar tidak terpusat di Ngawen semua. Apalagi di Ngawen ada exit tol," jelas dia.
Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Fadzar Indriawan, menjelaskan belum ada kepastian ihwal pergeseran rest area yang semula di Karangnongko dipindah ke Ngawen. "Itu belum positif. Sampai saat ini rest area masih sesuai penlok yakni di Demakijo, Karangnongko dan Manjungan, Ngawen.
Hanya memang kemarin rencana rest area di Demakijo melintasi saluran irigasi sepanjangan 250 meter, PT JMM meminta pertimbangan dari BPJT [Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. Kira-kira di rest area di Demakijo mau dilanjutkan atau tidak, itu belum ada keputusan," kata dia.
Fadzar juga menjelaskan sesuai penlok ada dua rest area jalan tol Solo-Jogja di Klaten yakni berlokasi di Kecamatan Karangnongko dan Kecamatan Ngawen. Sesuai rencana awal rest area di di dua lokasi yakni di Kecamatan Karangnongko dan Ngawen merupakan rest area tipe A yang dilengkapi dengan SPBU.
Pergeseran rencana rest area tak bisa langsung dilakukan oleh pelaksana proyek pembangunan jalan tol. Prosesnya harus melalui perubahan penlok. "Itu [rencana pergeseran rest area] sebenarnya kewenangan mereka dan pemkab tidak memiliki kewenangan apa-apa. Hanya saja, ketika mau mengubah penlok, harus izin gubernur," kata dia.
Fadzar menjelaskan secara umum tak ada perubahan rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja di wilayah Klaten selain menunggu kajian pergeseran rest area serta kajian konstruksi bangunan di jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol.
Rencana lokasi trase tol tetap sama. Begitu pula dengan exit tol di jalan tol Solo-Jogja di Klaten yang bakal terdapat tiga lokasi yakni exit tol di Kuncen Kecamatan Ceper, exit tol Ngawen, serta exit tol Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Pemkab Bantul Bakal Lindungi Pekerja Rentan lewat Iuran Jamsostek
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Perbaikan Permanen Jalan Wunut Bantul Ditarget Akhir 2027
- KPK Akui Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari 2026
- Persib Vs Persija: Tiket Habis, Atmosfer Memanas
- Dana Desa 2026 di Bantul Berpotensi Dipangkas
- Konsumsi Rumah Tangga Melemah di Akhir 2025
- Leptospirosis di DIY Capai 453 Kasus, 38 Warga Meninggal
- KPK Terima Pengembalian Rp100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Advertisement
Advertisement



