Advertisement

Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari, Ini 3 Jenis Vaksin yang Bakal Digunakan

Tim Bisnis.com
Senin, 03 Januari 2022 - 16:57 WIB
Bhekti Suryani
Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari, Ini 3 Jenis Vaksin yang Bakal Digunakan Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan oleh berbagai negara - clinicaltrialsarena.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bakal dimulai 12 Januari 2022. Berikut 3 jenis vaksin Covid-19 yang bakal digunakan.

“Vaksinasi booster hanya akan diberlakukan di kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi dosis satu 70 persen dan dosis dua 60 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (3/1/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lantas vaksin Covid-19 jenis apa yang bakal digunakan untuk vaksinasi booster? Budi mengatakan bahwa pemerintah masih mendiskusikannya antara dua kemungkinan yakni homolog atau sama dengan vaksin sebelumnya atau berbeda alias heterolog.

“Mudah-mudahan tanggal 10 [Januari 2022] sudah ada keputusannya setelah mendapatkan rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan ada tiga jenis vaksin yang sedang dikaji untuk vaksinasi booster, yaitu Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac. 

Senada dengan Airlangga, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyebut, bahwa ada tiga vaksin Covid-19 yang bisa dijadikan booster pada Januari 2022, yakni Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac. Ketiga vaksin Covid-19 tersebut diberikan secara homologous, atau dengan jenis vaksin Covid-19 yang sama.

"Secara homologous juga sudah berproses tiga jenis vaksin Covid-19 untuk booster, jadi artinya menggunakan data dari uji klinis yang dilakukan di luar negeri," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito dalam rapat kerja bersama DPR Komisi IX, Selasa (14/12/2021).

Berikut hasil penelitian terkait efektivitas vaksin Covid-19 buatan Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac sebagai vaksin dosis ketiga atau booster.

Advertisement

1. Vaksin Pfizer

Vaksin dosis ketiga atau booster Pfizer diklaim ampuh melawan varian Omicron 25 kali lebih tinggi dibandingkan vaksin biasa. Hal tersebut tentunya menjadi kabar baik di tengah merebaknya kasus penularan varian Omicron di dunia.

dr. Adam Prabata menyebutkan booster vaksin Pfizer dapat meningkatkan kemampuan penetralisir antibodi terhadap antibodi terhadap varian Omicron.

"Press release terbaru dari Pfizer menyatakan bahwa booster vaksin Pfizer dapat meningkatkan kemampuan penetralisir antibodi terhadap antibodi terhadap varian Omicron," tulis Adam seperti dikutip dari Instagram @adamprabata, Kamis (9/12/2021).

Advertisement

Produsen Pfizer-BioNTech mengeklaim vaksin dosis ketiga atau booster mampu melawan varian Omicron dalam uji laboratorium. Temuan tersebut menjadi pertanda awal bahwa booster vaksin bisa menjadi kunci dalam melindungi tubuh manusia dari varian Omicron yang saat ini menjadi perhatian WHO.

2. Vaksin AstraZeneca

Sebuah studi mengungkapkan jika vaksin booster Astrazeneca ampuh melawan varian Omicron. Pihak AstraZeneca mengatakan bahwa dosis ketiga dari vaksin Covid-19 "secara signifikan" meningkatkan tingkat antibodi terhadap varian virus corona Omicron, mengutip data dari studi laboratorium baru.

Temuan dari penelitian ini, yang belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review, sama dengan hasil dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang juga menemukan dosis ketiga dari suntikan mereka bekerja melawan Omicron.

Studi tentang vaksin AstraZeneca, Vaxzevria, menunjukkan bahwa setelah tiga dosis vaksin, tingkat penetralan terhadap Omicron secara luas mirip dengan yang melawan varian virus Delta setelah dua dosis. Tingkat antibodi penetralisir juga lebih tinggi dengan suntikan booster dibandingkan dengan individu yang sebelumnya telah terinfeksi dan pulih secara alami.

Advertisement

3. Vaksin Sinovac

Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, salah satu yang paling banyak digunakan di dunia, tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron, sebuah studi laboratorium menemukan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang telah menerima suntikan Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac, harus mencari vaksin lain untuk booster mereka.

Penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong menemukan vaksin RNA BioNTech SE Jerman sebagai dosis ketiga membuat mereka yang sebelumnya divaksinasi penuh dengan CoronaVac, secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron.

Dua dosis suntikan BioNTech, yang dikenal sebagai Comirnaty, juga tidak cukup. Meskipun menambahkan booster dari jenis yang sama meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan dilansir dari Bloomberg.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Sebagian Besar Berawan dan Hujan

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement