Sejumlah Tokoh Muslim Desak Pengesahan RUU TPKS

Ilustrasi - Freepik
15 Desember 2021 18:27 WIB Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah tokoh muslim mendukung penghapusan kekerasan seksual di Indonesia dengan mendesak agar DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tidak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga Amany Lubis merasa prihatin dengan kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat. Korban jiwa berjatuhan, korban yang mengalami trauma dan penderitaan berkepanjangan tidak terhitung. Negara pemerintah, ulama dan masyarakat perlu bahu membahu dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual dari hulu sampai hilir.

“Kekerasan seksual bertentangan dengan agama, Pancasila, dan kemanusiaan. Saatnya Undang-Undang tentang Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual diadakan dengan segera, untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku, dan perlindungan terhadap korban,” ucap Amany dalam Istighosah Kubro & Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Darurat Kekerasan Seksual, yang digelar secara daring, Selasa (14/12/2021).

Ketum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan Kongres Wanita Indonesia sebagai wadah perjuangan perempuan dan sebagai Ibu Bangsa yang memiliki komitmen memperjuangkan keadilan keamanan bagi perempuan dan anak, mengutuk keras pada tindakan asusila dan biadab yang dilakukan pada anak-anak dan perempuan Indonesia.

“Mengingat para korban terus berjatuhan, oleh karena itu kami menghimbau kembali pada aparat penegak hukum agar pelaku kejahatan seksual dihukum seberat-beratnya. Agar para perempuan dan anak-anak terlindungi hak hidupnya, maka rancangan undang-undang tindak pidana kekerasan seksual dituntut untuk segera disahkan. Adanya undang-undang ini kelak akan melindungi masyarakat dari kejahatan seksual baik fisik maupun non fisik,” ucapnya.