Advertisement
Erick Thohir Bakal Bikin Barata Indonesia Jadi Induk BUMN Manufaktur
Barata Indonesia Divisi Komponen Turbin di Cilegon melakukan ekspor perdana produk yakni Blade Ring dan Combustion Chamber ke Kaohsiung, Taiwan 15 Agustus 2018. Foto: Barata Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah tengah melakukan restrukturisasi keuangan PT Barata Indonesia melalui skema PKPU. Pasca restrukturisasi tersebut, Barata bakal menjadi surviving entity dari merger BUMN Manufaktur.
Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan Barata Indonesia melalui proses PKPU guna menyelesaikan restrukturisasi keuangan perseroan.
Advertisement
"Pasca PKPU ini adalah restrukturisasi keuangan bagian dari reformasi bisnis Barata, end game jadinya merger antara BUMN manufaktur, Barata anggaplah diusulkan sebagai surviving entity, pasca pkpu ini mereka akan masuk kembali ke core bisnis back to manufacturing," jelasnya dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Selasa (14/12/2021).
Lebih lanjut, BUMN yang saat ini menjadi induk Barata tersebut memastikan tidak akan terjadi lagi Barata menyentuh lini bisnis lain dan fokus pada bisnis manufaktur.
Dengan begitu, tidak terjadi lagi biaya-biaya yang membengkak dan proyek tak dapat diselesaikan. "Kami minta mereka kembali ke core dan sehingga dapat memperkuat market yang dituju," imbuhnya.
Selain fokus ke bisnis inti, Barata bakal meningkatkan operational excellence dengan memperkuat infrastruktur, SDM, dan sistem.
Dengan begitu, terjadi peningkatan produktivitas aset yang ada dan memastikan Barata mengutilisasi aset yang tidak produktif.
"Bisa saja aset ini bisa digunakan oleh BUMN manufaktur yang ada, jadi paling tidak fix cost base bisa turun karena digunakan yang lain sehingga menjadi lebih kompetitif," katanya.
Proses berikutnya dengan pembenahan kondisi keuangan dengan memperkuat kemampuan menghasilkan kas. Utamanya dalam menghasilkan operating cash flow, sehingga basis kasnya berdasarkan proyek dan dipergunakan secara disiplin.
"Satu yang dipelajari sebelumnya gali lubang tutup lubang. Jadi cash dipakai untuk tutupi proyek lain, menggulung, akhirnya saat proyek satu selesai, satu lagi tak bisa selesai," terangnya.
Restrukturisasi berikutnya dengan membenahi internal dengan memberikan ruang bagi manajemen sehingga dengan disiplin keuangan dapat kembali menghasilkan keuntungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kebijakan WFH Satu Hari Dinilai Belum Berdampak pada Penghematan BBM
- Tol Kalikangkung Dipenuhi Kendaraan, Arus Masuk Terus Tinggi
- Stok 12 Komoditas Utama Pangan di Jogja Mencukupi
- Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
- Investor Kereta Gantung Prambanan Siap Paparan ke Pemda DIY
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Malam Ini Pedagang Dipindah, Pasar Wage Purwokerto Mulai Berubah
Advertisement
Advertisement







