KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Ilustrasi seismograf. Alat ini merupakat perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi./Antara
Harianjogja.com, BENGKULU - Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Bengkulu pada Senin (13/12/2021) pagi.
Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi sekitar pukul 05.36 WIB.
#Gempa Dirasakan Magnitudo: 5.0, Kedalaman: 10 km, 13 Des 2021 05:36:58 WIB, Koordinat: 4.18 LS-101.22 BT (Pusat gempa berada di laut 123 km BaratDaya BENGKULU), Dirasakan (MMI): II Kota Bengkulu #BMKG https://t.co/foNXUMzNoI
— BMKG (@infoBMKG) December 12, 2021
Adapun pusat gempa berada di koordinat 4.18 LS-101.22 BT atau 123 kilometer Barat Daya Bengkulu dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski kekuatan gempa tersebut cukup besar, BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami.
"#Gempa Dirasakan Magnitudo: 5.0, Kedalaman: 10 km, 13 Des 2021 05:36:58 WIB, Koordinat: 4.18 LS-101.22 BT (Pusat gempa berada di laut 123 km BaratDaya BENGKULU), Dirasakan (MMI): II Kota Bengkulu #BMKG," tulis akun resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Apindo menyebut pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, dan lesunya permintaan ekspor menekan margin perusahaan serta membuat pengusaha menahan investasi.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.