Gempa M4,0 Guncang Sukabumi dan Malang Minggu Malam, Ini Datanya

Sunartono
Sunartono Minggu, 04 Oktober 2026 22:37 WIB
Gempa M4,0 Guncang Sukabumi dan Malang Minggu Malam, Ini Datanya

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Wilayah Sukabumi, Jawa Barat, dan Malang, Jawa Timur, diguncang gempa bumi pada Minggu (4/10/2026) malam. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,0 di Sukabumi dan magnitudo 4,6 di Malang.

Gempa Sukabumi tercatat terjadi pada pukul 21.47 WIB. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 56 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 30 kilometer.

Guncangan gempa tersebut dilaporkan dirasakan warga di kawasan Lengkong, Waluran, Cimanggu, hingga Kabupaten Sukabumi.

Gempa Malang Lebih Dulu Mengguncang

Beberapa jam sebelum gempa Sukabumi, wilayah Kabupaten Malang juga diguncang gempa. Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 tersebut terjadi pada pukul 19.36 WIB.

BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, 149 kilometer selatan Kabupaten Malang. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa Malang dirasakan hingga skala III MMI di Malang. Sementara itu, getaran dengan skala II MMI dirasakan di Lumajang, Tulungagung, Blitar, dan Jember.

Panduan Mitigasi Gempa Bumi

Indonesia berada di jalur Ring of Fire sehingga memiliki wilayah yang rawan gempa. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa siap sedia dan mengetahui langkah mitigasi sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi terjadi.

Sebelum Gempa

Beberapa persiapan yang dapat dilakukan masyarakat sebelum bencana antara lain:

Siapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen penting, pakaian ganti, air minum, makanan instan, perlengkapan P3K, senter, peluit, dan powerbank.

Pastikan perabotan berat seperti lemari dan rak dipaku kuat ke dinding agar tidak roboh ketika terjadi guncangan.

Ketahui jalur evakuasi serta tentukan titik kumpul yang aman di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat kerja.

Saat Gempa Terjadi

Ketika berada di dalam ruangan, masyarakat dapat menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On atau merunduk, berlindung di bawah meja yang kuat, dan berpegangan. Jauhi kaca, jendela, serta benda-benda yang berpotensi jatuh.

Jika berada di luar ruangan, hindari berdiri di dekat bangunan tinggi, tiang listrik, pohon besar, maupun papan reklame. Segera cari area terbuka.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai, apabila merasakan guncangan kuat dan berlangsung lama, segera menuju tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan tsunami.

Sementara saat mengendarai kendaraan, hentikan kendaraan di tepi jalan yang aman dari potensi runtuhan. Kendaraan juga jangan dihentikan di atas jembatan.

Setelah Gempa

Masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan setelah guncangan utama. Jangan terburu-buru masuk kembali ke bangunan yang sudah mengalami keretakan atau kerusakan struktur.

Periksa pula saluran listrik dan gas untuk memastikan tidak terdapat kebocoran gas maupun korsleting listrik sebelum menyalakan api atau listrik.

Informasi mengenai kondisi gempa dan kebencanaan sebaiknya diperoleh dari sumber resmi. BMKG, BNPB, atau BPBD setempat menjadi saluran terverifikasi yang dapat dipantau masyarakat untuk menghindari berita bohong atau hoax.

Penilaian orisinalitas: penyajian telah diubah secara menyeluruh, terutama pada lead, pengelompokan dua kejadian gempa, transisi menuju informasi mitigasi, serta struktur informasi. Penilaian kesan AI atau kemiripan tetap bersifat indikatif dan bukan deteksi definitif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online