Bikin Gerap! Lokasi Letusan Semeru Jadi Tempat Selfie Wisatawan

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran, pada Sabtu (4/12 - 2021) sekitar pukul 15.00 WIB. / Istimewa
09 Desember 2021 21:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, LUMAJANG–Bencana alam letusan Semeru tak menjadikan sejumlah warga berempati.

Guguran awan panas dan lahar Gunung Semeru mengakibatkan 43 orang meninggal dunia. Ribuan warga pun tinggal di pengungsian akibat rumahnya hancur.

Namun di balik bencana tersebut, banyak warga dan wisatawan yang tak berkepentingan justru memanfaatkan bencana Gunung Semeru sebagai ajang berfoto selfie.

Hal ini membuat Bupati Lumajang Thoriqul Haq dibuat geram dengan ulah para wisatawan tersebut. Pria yang akrab disapa Cak Thoriq ini meninjau proses evakuasi korban dan pembersihan material vulkanis di rumah - rumah warga di Dusun Sumbersari.

Dia melihat banyaknya orang yang tak berkepentingan juga membuat macet akses jalan evakuasi dari zona bencana.

BACA JUGA: Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 2,2 Kilometer ke Arah Kali Bebeng

"Soal yang ingin foto - foto itu, jeprat - jepret, foto - foto, sudah, bukan waktunya sekarang, ini bukan tontonan, bukan tempat pariwisata," ucap Thoriqul Haq, kepada awak media di Lapangan Desa Supit Urang, di Desa Supit Urang, Kamis (9/12/2021).

Cak Thoriq dengan tegas meminta agar warga yang tak berkepentingan untuk tidak masuk ke lokasi bencana. Selain karena membahayakan, hal ini bisa menghambat proses evakuasi, bila sewaktu - waktu erupsi Gunung Semeru kembali terjadi.

"Fokusnya ini evakuasi dulu, waktunya seminggu sejak hari H dan sekarang fokus ke evakuasi. Karena itu, ketika banyak kendaraan yang mau ke arah titik nol bencana, ini yang saya berharap itu tidak terjadi," tuturnya. "Banyak orang yang ke sana (ke titik bencana) itu kendalanya, termasuk mobil - mobil yang ke atas itu yang membuat masalah," tambahnya.

Cak Thoriq meminta masyarakat yang ingin menyerahkan bantuan bisa didistribusikan ke posko - posko pengungsian.

Mengingat sudah ada banyak posko pengungsian yang disiagakan di sepanjang Jalan Raya Pronojiwo.

"Ya kita ini mengharap dengan segala hormat , sudahlah ini banyak posko. Di sana ada posko desa, di sini ada posko teman - teman. Mereka punya kendaraan untuk angkut ke sana. Nah kalau untuk pembagian untuk angkut ke sananya sesuai posko masing - masing kan bagus. Kalau semua ke sana satu pikap yang ke sana 10 orang ya itu yang membuat semuanya rusak, ruwet yang membuat ruwet," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10-11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. Hingga Kamis sore 9 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 43 warga meninggal dunia, sebanyak 104 orang 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

Artikel ini telah tayang di https://nasional.okezone.com/dengan judul "Bupati Lumajang Ngamuk Bencana Gunung Semeru Jadi Ajang Selfie Wisatawan : Okezone Nasional""

Sumber : Okezone.com