Bandara Tebelian Diresmikan Jokowi, Investasi Rp580 Miliar

Bandara Tebelian di Sintang, Kalimantan Barat yang menelan investasi Rp580 miliar. - Dok. Kemenhub
08 Desember 2021 13:27 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Bandara Tebelian di Sintang, Kalimantan Barat yang menelan investasi Rp580 miliar siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan Bandara Tebelian di Sintang dibangun sejak 2011 dan terus dilakukan pengembangannya hingga 2020. Bandara ini dibangun dan dikembangkan dengan total biaya sekitar Rp580 miliar.

BACA JUGA : Pengelola Bandara YIA Kurangi Pegawai Seusai Sepi Penumpang

"Bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara eksisting yaitu Bandara Susilo, yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena berada di pusat kota dan dikelilingi pemukiman," ujarnya melalui siaran pers, Rabu (8/12/2021)

Kehadiran bandara ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Sintang dan sekitarnya.

Sebagai informasi, pengembangan Bandara Tebelian dilakukan di atas lahan sekitar 153,6 hektar, yang telah dihibahkan oleh Pemkab Sintang kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Bandara Tebelian saat ini memiliki terminal penumpang seluas 2.000 m² yang mampu melayani 75.000 penumpang per tahun, panjang runway 1.820 m x 30 m yang mampu didarati pesawat sejenis ATR-72/600, taxiway 160 m x 18 m dan Apron 220 m x 60 m, yang mampu menampung 4 pesawat ATR-72.

Selain meninjau bandara di Sintang tersebut, Menhub juga meninjau bandara lainnya yang berada di Provinsi Kalbar, yaitu Bandara Pangsuma, yang terletak di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.

“Saya senang sekali karena ini pertama kalinya Saya hadir disini, untuk meninjau bandara yang berada di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia,” tuturnya.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara berencana melakukan pengembangan Bandara Pangsuma, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan penerbangan, serta untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Putussibau dan sekitarnya.

Bandara Pangsuma saat ini memiliki runway sepanjang 1800 m x 30 m yang dapat didarati pesawat sejenis ATR-72 dan terminal penumpang seluas 1.020 m2. Pembangunan dilakukan sejak tahun 2014 hingga tahun 2019 dengan total biaya sekitar Rp48 miliar. Pada 2021, kembali dilakukan sejumlah pengembangan yaitu pelapisan runway, taxiway, apron, dan standarisasi runway strip.

Bandara Tebelian dan Bandara Pangsuma merupakan dua dari empat bandara di Provinsi Kalbar, yang dikelola oleh Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Pengembangan bandara Tebelian dan Bandara Putussibau diharapkan semakin meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di Provinsi Kalbar dan sekitarnya.

Dua bandara lainnya yaitu Bandara Rahadi Oesman di Kota Ketapang, dan Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi. Sementara, satu bandara lainnya di Provinsi Kalbar yaitu Bandara Supadio di Pontianak yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia