Advertisement
Biaya Pengurangan Emisi Karbon Besar, Sri Mulyani Tagih Kontribusi Pertamina
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong PT Pertamina (Persero) untuk menyiapkan anggaran khusus yang digunakan untuk mengurangi emisi global guna menahan perubahan iklim. Pasalnya, biaya pengurangan emisi yang besar membuat pemerintah tidak mampu untuk berjalan sendirian.
Sri Mulyani mengatakan dari sisi pemerintah, anggaran khusus telah disisipkan dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk mengatasi laju perubahan iklim global. Hal itu bahkan telah dilakukan setiap tahunnya sejak 2016.
Advertisement
"Saya tantang Bu Ema sebagai CFO-nya [Pertamina], berapa sebenarnya anggaran yang disiapkan dari biaya operasional, investasi, dan belanja modal yang benar-benar disiapkan untuk perubahan iklim, sehingga kita bisa tahu, kita mengatakan Pemerintah hanya bisa 23 persen dari total belanja untuk bisa mentransformasikan ekonomi Indonesia sesuai dengan national determined contribution kita," ungkapnya dalam webinar Pertamina Energy Webinar 2021, Selasa (7/12/2021).
Sri Mulyani menambahkan, sektor energi merupakan salah satu sektor yang memiliki biaya yang sangat mahal dalam mengurangi emisi karbon, tetapi hal itu perlu diperjuangkan karena peran pentingnya bagi masyarakat. Kementerian Keuangan melakukan perhitungan kebutuhan biaya untuk mencapai target penurunan emisi karbon tersebut di Indonesia.
Menurutnya, berdasarkan temuan itu kebutuhan biaya terbesar berada di sektor energi, yang juga menyumbang karbondioksida (CO2) atau emisi karbon. Dia mengungkapkan, sektor energi itu bisa menurunkan tiga perempat atau 450 juta ton ekuivalen CO2. Biaya untuk menurunkan itu Rp3.500 triliun.
"Pertamina bisa membayangkan your responsibility sangat jelas dalam hal ini, sebagai perusahaan milik negara yang bahkan dalam hal ini terbesar di bidang energi, your responsibility untuk transforming Indonesia achieving net zero emission yang affordable dan adil itu menjadi luar biasa sangat penting. Saya berharap dalam webinar dan selebrasi ulang tahun ke-64 ini menjadi pemikiran dan komitmen dari seluruh jajaran pimpinan Pertamina," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
Advertisement
Jadwal KA Bandara YIA Kulonprogo-Stasiun Tugu Hari Ini 2 Januari 2026
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru Trans Jogja di Wilayah Jogja, Sleman dan Bantul
- Malioboro Padat di Malam Tahun Baru 2026 Meski Tanpa Kembang Api
- Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun Mulai 1 Januari 2026
- Ke Parangtritis dan Baron Kini Bisa Naik Bus KSPN
- Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru di Sleman Kondusif
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini: Hujan dan Petir Berpotensi Terjadi
- Usai Tahun Baru, Polisi Fokus Amankan Destinasi Wisata Sleman
Advertisement
Advertisement



