Alat Berat Dikerahkan untuk Buka Akses Jalan Lumajang-Malang

Warga menuju ke tempat pengungsian untuk menghindari dampak hujan abu akibat letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021)./ANTARA FOTO-Hermawan/sen/rwa - aa
05 Desember 2021 15:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebaran awan panas guguran Gunung Semeru menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik, serta Jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.

Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat wheel loader untuk membuka akses jalan Curah Kobokan.

“BPBD Kabupaten Lumajang juga melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa tersebut,” katanya, Minggu (5/12/2021).

Dia menyebut, berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau Waspada.

Adapun, pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas, serta anak-anak.

Pemantauan secara visual juga menunjukkan bahwa awan panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

Menurutnya, BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.

BPBD Kabupaten Lumajang pun mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan, dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia