OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Presiden Joko Widodo bersiap memberikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/7/2021). /ANTARA FOTO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah survei baru-baru ini memotret tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo.
Kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus merosot. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi hanya mencapai angka 51%, sedangkan 47% menyatakan tidak puas, dan 2% ragu-ragu memberikan pilihan.
Hasil survei itu dilakukan IPO dalam kurun waktu 29 November-Desember 2021. Survei dilakukan di sejumlah desa yang dipilih secara acak, menggunakan random kish grid paper.
Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95%, dengan margin error 2,5%.
Hasil survei IPO itu menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden mencapai 51%, atau mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya di bulan Agustus yang berada di angka 52%.
BACA JUGA: Jokowi Minta Polri Hormati Kebebasan Berpendapat
Pada periode Agustus 2021, angka ketidakpuasaan hanya mencapai 41%, dengan 7% penilaian ragu-ragu. Angka ketidakpuasan ini pun meningkat 4% hanya dalam kurun waktu tiga bulan.
“Persepsi kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dalam penanganan pandemi masih belum dominan, cenderung kian menurun jika dibandingkan dengan survei periode Agustus 2021. Termasuk dalam hitungan detail turut terjadi penurunan pada bidang sosial, hukum dan politik. Bahkan, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden berada di bawah persentase jumlah pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilu 2019,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam keterangan tertulis yang diterima Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (4/12/2021).
Wakil Presiden
Tak jauh berbeda dengan kepuasan pada kinerja Presiden, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, juga tak luput dari sorotan survei publik IPO. Ma’ruf Amin dalam perspektif publik hanya meraih kepuasan 31%, sementara 62% responden merasa tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden, dan 7 persen menyatakan ragu-ragu. Jika dibandingkan dengan Presiden, penilaian publik atas kinerja Wakil Presiden terpaut sangat jauh.
“Tidak banyak berubah hasil survei ini dengan periode Agutus 2021. Posisi Wapres dalam persepsi publik tetap jauh di bawah tingkat kepuasan pada kinerja Presiden. Bahkan bidang sosial sekalipun yang paling dekat dengan ketokohan Wapres cenderung konsisten menurun hingga di angka 27 persen. Kondisi ini menandai semakin banyak publik yang tidak percaya pada kapasitas Wapres Ma’ruf Amin,” imbuh Dedi.
Secara detail, kinerja pemerintah pada bidang hukum dan politik, merupakan bidang paling signifikan berkontribusi pada penurunan angka persepsi publik, yakni hanya memuaskan di angka 39%. Sementara dua bidang lainnya, ekonomi dan sosial cukup baik. Pada bidang ekonomi, angka kepuasan pada kinerja Presiden mencapai 53%, sedangkan di bidang sosial sekitar 48%.
“Kontribusi terbesar penurunan persepsi publik dari kinerja bidang politik dan hukum. Juga, terkait kinerja Kementerian Kesehatan yang hanya mampu memuaskan di angka 36%. Tentu ini disayangkan, bagaimanapun kinerja Kemenkes paling disorot sepanjang pandemi Covid-19,” imbuh Dedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.