Waspada, Omicron Semakin Dekat! Singapura Sudah Catatkan 2 Orang Positif

Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018). - Reuters/Edgar Su
03 Desember 2021 20:47 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Negara Singapura mencatatkan kasus Covid-19 varian Omicron.

Dua penumpang yang tiba di Singapura dari Afrika Selatan dengan penerbangan Singapore Airlines (SIA) terbukti positif mengidap varian baru tersebut.

"Kedua kasus diisolasi setibanya di Singapura pada 1 Desember, dan belum berinteraksi di masyarakat," kata Kementerian Kesehatan (MOH), Kamis (2/12/2021).

Saat ini, kementerian mengatakan tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini. Kedua kasus tersebut dalam masa pemulihan di bangsal isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID).

"Keduanya sudah divaksinasi lengkap dan memiliki gejala ringan batuk dan tenggorokan gatal," tambah Kementerian.

Kedua kasus tiba di Singapura dari Johannesburg dengan pesawat SIA SQ479 pada hari Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Ini Enam Info Penting soal Varian Omicron Menurut WHO

Kasus dengan nomor 271487 adalah penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun yang tiba di Singapura dari Mozambik dan transit melalui Johannesburg. Tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November negatif untuk Covid-19, menurut kementerian.

Kemudian, kasus 271598 adalah seorang wanita Singapura berusia 41 tahun yang datang dari Afrika Selatan. Sama dengan kasus pertama, tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November 2021 dinyatakan negatif untuk Covid-19.

Mereka telah menjalani tes reaksi berantai polimerase (PCR) setibanya di Singapura, dan segera dibawa ke fasilitas khusus untuk tinggal di rumah sambil menunggu hasil tes mereka. Setelah konfirmasi infeksi Covid-19, mereka langsung dibawa ke NCID.

“Hasil uji PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure yang mungkin terkait dengan varian Omicron. Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan sekuensing seluruh genom untuk mengonfirmasi varian tersebut,” kata Kementerian Kesehatan.

Sumber : bisnis.com