81 Juta Milenial di Indonesia Belum Punya Rumah

Warga melintas di dekat spanduk iklan rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Bisnis.com/Nurul Hidayat
01 Desember 2021 23:47 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Direktur Pemasaran Perum Perumnas Tambok Setyawati menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019 mencatat sedikitnya 81 juta milenial belum memiliki hunian.

Dalam survei yang dilakukan oleh Perumnas kepada 3.007 responden milenial yang tidak membeli rumah, terungkap 28,63 persen berpendapat belum menemukan rumah yang tepat.

Sementara itu, 24,92 persen lainnya beranggapan belum mampu secara finansial. Lalu 17,27 persen responden lain menyebut belum memberi rumah karena merasa belum mampu membayar uang muka.

“Beberapa alasan lainnya dari milenial adalah belum mampu membayar KPR sebanyak 10,49 persen, dan mengaku masih ada cicilan lain yang harus dibayarkan sebanyak 10,44 persen,” ujarnya dalam Webinar Saatnya Beli Hunian untuk Ditinggali Sekaligus Investasi, Rabu (1/12/2021).

Dia menuturkan, ada juga milenial yang merasa belum perlu memiliki hunian sendiri sebesar 5,46 persen responden, 2,79 persen belum memikirkan untuk membeli rumah.

Menurutnya, alasan milenial yang kekurangan dana dapat disiasati dengan memanfaatkan produk-produk perbankan yang saat ini memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat.

“Kalau masalah lokasi, rata-rata generasi muda ingin lokasi rumah di tengah kota. Kalaupun lokasi rumah yang ditawarkan berada di pinggiran kota, mereka ingin lokasi yang dekat dengan jalur transportasi umum,” ucapnya.

Menghadapi kondisi masih banyaknya milenial yang belum memiliki rumah, Perumnas menyediakan apartemen untuk memfasilitasi keinginan milenial untuk mendapatkan hunian yang dekat dengan transportasi umum, sehingga kualitas hidup masih terjaga.

“Kami punya perumahan di bawah Rp1 miliar di Jakarta, tepatnya Tanjung Barat. Perumnas memiliki proyek hunian yang terintegrasi dengan transportasi di Jakarta, dan dekat dengan lokasi kerja milenial,” ujarnya.

Beberapa proyek transit oriented development (TOD) yang dikembangkan Perumnas adalah Mahata Tanjung Barat di Jakarta Selatan, Samasta Mahata Serpong, dan Mahata Margonda. Ketiga lokasi itu terhubung dengan stasiun commuter line dan memiliki fasilitas lengkap, termasuk area komersial.

Selain itu, Perumnas juga memiliki hunian ready stock yang bisa memanfaatkan fasilitas insentif pemerintah bebas PPN, yakni Central Land Cengkareng dan Central Land Karawang dengan harga mulai dari Rp400 jutaan.

“Di sana ada feeder langsung dengan Transjakarta yang bisa dimanfaatkan milenial untuk yang di Cengkareng,” katanya.

Untuk hunian rumah tapak, Perumnas juga memiliki Semesta Dramaga Bogor dengan harga Rp145 jutaan dan Samesta Parayasa di Parung Panjang BSD yang berada di tepi jalan besar dengan akses transportasi yang mudah.

“Kami sudah MoU dengan KAI, nantinya stasiun ada di lokasi kami yang di Samesta Parayasa. Langsung ada kereta [commuter line] di lokasi itu,” ujar Tambok.

Sumber : JIBI/Bisnis.com