Advertisement
Gelar Aksi Damai di Depan Kantor KLHK, Masyarakat Adat Tano Batak Ditangkap Polisi

Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Sebanyak 21 masyarakat adat Tano Batak ditangkap oleh pihak kepolisian saat menggelar aksi damai di halaman Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Jumat, (26/11/2021).
Koalisi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Aliansi GERAK Tutup TPL (Toba Pulp Lestari) ingin berdialog dengan Menteri LHK Siti Nurbaya Abubakar soal PT Toba Pulp Lestari.
Advertisement
BACA JUGA: TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023
Namun aksi damai tersebut berujung penangkapan tanpa adanya dialog antara masyarakat dan pemerintah.
BACA JUGA : 9 Remaja di Bantul Keluyuran Bawa Sajam, Pura-Pura Tidur Saat Ditangkap Polisi
Video detik-detik masyarakat adat ditangkap oleh polisi pun beredar luas di media sosial Twitter.
Dalam video yang diunggah oleh akun @SeknasKPA itu, masyarakat dimasukkan ke dalam truk bertuliskan 'mobil tahanan'.
Akun tersebut kemudian meminta Presiden Jokowi untuk segera turun tangan mengatasi permasalahan yang terjadi.
@SeknasKPA pun meminta pemerintah segera membebaskan 21 masyarakat adat yang dibawa oleh polisi saat melakukan aksi damai.
"PRESIDEN @jokowi,BEBASKAN SEGERA MASYARAKAT ADAT!!! Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Masyarakat Adat Tano Batak Demi Bertemu Menteri Siti Nurbaya," tulis akun Twitter tersebut pada Jumat (26/11/2021).
*URGENT ACTION*
— #TanahUntukRakyat (@SeknasKPA) November 26, 2021
PRESIDEN @jokowi, BEBASKAN SEGERA MASYARAKAT ADAT!!!
Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Masyarakat Adat Tano Batak Demi Bertemu Menteri Siti Nurbaya. pic.twitter.com/i72wiJUOLT
Salah satu anggota Koalisi, Rukka Simbolangi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dialog tak sempat terjadi antara masyarakat dan Menteri Siti Nurbaya.
"Bukan dialog dan penyelesaian yang didapat, melainkan Masyarakat Adat Tano Batak mendapatkan perlakuan represif dari aparat kepolisian, yang berujung pada penangkapan masyarakat adat," katanya.
Aksi damai itu awalnya menyerukan aspirasi perihal tuntutan penyelesaian konflik agraria melalui pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan pengembalian wilayah adat Tano Batak.
Aliansi menyebut sudah 30 tahun wilayah adat dirampas Toba Pulp. Massa datang untuk menagih janji Presiden Joko Widodo dan Menteri LHK yang pada Agustus lalu akan menyelesaikan konflik agraria struktural masyarakat adat dengan Toba Pulp.
Rukka mengatakan salah satu peserta aksi yang ditangkap adalah Maruli Simanjuntak. Peserta aksi damai itu bahkan dipulukuli oleh aparat kepolisian ketika hendak dimasukkan ke dalam mobil polisi.
"Tindakan aparat kepolisian tersebut merupakan gambaran pemerintah yang sangat represif dan anti kritik terhadap aspirasi keadilan yang disuarakan masyarakat," kata Rukka.
BACA JUGA : Tak Terima Anaknya Ditilang, Seorang Pria Serang Polisi dengan Celurit
Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL yang terdiri dari AMAN, Konsorsium Pembaruan Agraria, Kelompok Studi Pengembangan dan Prakarsa Masyarakat, WALHI, dan Greenpeace, mengutuk keras langkah represif dari polisi.
Mereka pun menuntut tiga hal dari pemerintah. Yakni yang pertama, membebaskan 21 orang Masyarakat Adat Tano Batak yang ditahan paksa oleh kepolisian.
Kedua, mereka juga menuntut pemerintah untuk memberikan pengakuan penuh dan perlindungan hak atas tanah Masyarakat Adat Tano Batak. Ketiga, mereka meminta pemerintah mencabut izin PT Toba Pulp Lestari yang telah merampas wilayah adat Tano Batak.
BACA JUGA: Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polres Magelang Kota Amankan 100 Kilogram Bahan Mercon, 1 Pelaku Ditangkap
- 11,39 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan
- Alasan Kejagung Tuntut Teddy Minahasa Hukuman Mati
- KPK Duga Rafael Alun Trisambodo Terima Gratifikasi Dalam Bentuk Uang
- Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, PDIP Klaim Tidak Ada Beda Sikap dengan Jokowi
Advertisement

Viral! Buaya 1,5 Meter Muncul di Kali Oya Gunungkidul
Advertisement

Ini Wisata Air di Wilayah Terpencil Gunungkidul yang Menarik Dikunjungi
Advertisement
Berita Populer
- KPK Temukan Uang dan Puluhan Tas Mewah di Rumah Rafael, Ada Hermes
- Awas! Jogja dan Sejumlah Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Sabtu Ini
- Beda Sikap Piala Dunia U-20, Rudy Sebut Gibran Belum Paham Konstitusi: Belum Lahir Soale
- 3 Tahun Tinggal di Tenda, Bocah Ini Pecahkan Rekor Usai Kumpulkan Donasi Rp13 Miliar
- Ditetapkan Tersangka Gratifikasi, KPK Segera Tahan Rafael Alun
- Bakal Dibagi 3 Kelas, Berapa Tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung?
- Klarifikasi Kekayaan 3 Pejabat Ini Bakal Naik ke Tahap Selanjutnya, Susul Rafael Alun?
Advertisement
Advertisement