Vaksin Ebola Bundibugyo Masuk Uji Klinis Fase 1 di Oxford
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Harianjogja.com, JAKARTA-Peramal cuaca ruang angkasa sedang bersiap menghadapi awan plasma panas dan medan magnet dari Matahari menyerang planet ini.
Apa yang disebut coronal mass ejection (CME) terlihat keluar dari Matahari pada hari Rabu dan dapat memberikan "pukulan sekilas" ke planet ini.
CME adalah awan besar partikel bermuatan dan medan magnet yang mengalir dari korona Matahari - lapisan terluar atmosfer bintang. Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa AS (SWPC), CME dapat mencapai planet ini dengan kecepatan antara 250 km per detik dan 3.000 km per detik.
Para astronom di SpaceWeather.com sekarang telah memperingatkan CME kemarin bisa mencapai planet ini pada hari Sabtu.
Peringatan itu muncul setelah filamen besar meletus dari belahan bumi selatan Matahari. Filamen membelah atmosfer Matahari terbuka lebar dan melepaskan awan puing ke luar angkasa.
"Bayangkan sebuah ngarai sepanjang 50.000 mil dengan dinding plasma merah-panas yang menjulang tinggi. Kemarin, ada satu di Matahari. Itu terbentuk ketika filamen magnet terangkat dari belahan bumi selatan. Dinding bercahaya tetap utuh selama lebih dari enam jam setelah ledakan." tulis para astronom seperti dilansir dari Express.
Baca juga: Pemkot Jogja Larang Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru
Puing-puing yang tertinggal dari ledakan itu difoto oleh pesawat ruang angkasa STEREO-A NASA dan Solar and Heliospheric Observatory (SOHO).
"Data tampilan pertama menunjukkan itu mungkin memberikan pukulan sekilas ke medan magnet Bumi pada 28 November." ujar spaceweather.
Ketika CME berinteraksi dengan magnetosfer Bumi wilayah ruang yang didominasi oleh medan magnet Bumi, mereka dapat menyebabkan badai geomagnetik (badai matahari).
"Badai geomagnetik adalah gangguan utama magnetosfer Bumi yang terjadi ketika ada pertukaran energi yang sangat efisien dari angin matahari ke lingkungan luar angkasa di sekitar Bumi. Badai ini dihasilkan dari variasi angin matahari yang menghasilkan perubahan besar pada arus, plasma, dan medan magnetosfer Bumi." jelas SWPC.
Badai matahari terkuat biasanya dikaitkan dengan kedatangan CME.
Dan tergantung pada kekuatan CME, para ilmuwan akan memberi peringkat badai yang dihasilkan pada skala "G1 Minor" hingga "G5 Extreme".
Gangguan
Pada skala rendah, badai kecil dapat menyebabkan beberapa gangguan pada operasi satelit dan fluktuasi jaringan listrik yang lemah dapat terjadi.
Badai yang lemah juga dapat menciptakan aurora yang indah di garis lintang utara. Di puncak skala, badai ekstrem dapat menyebabkan "masalah kontrol tegangan yang meluas" dan pemadaman listrik.
Saat ini, SWPC tidak memprediksi kerusuhan geomagnetik yang terlihat selama tiga hari ke depan.
Perkiraan badan tersebut pada Kamis pagi (waktu Inggris) berbunyi: "G1 (Kecil) atau badai geomagnetik yang lebih besar diperkirakan akan terjadi.
"Tidak ada perkiraan fitur angin matahari sementara atau berulang yang signifikan."
Di puncak skala, badai ekstrem dapat menyebabkan "masalah kontrol tegangan yang meluas" dan pemadaman listrik.
Saat ini, SWPC tidak memprediksi masalah geomagnetik yang terlihat selama tiga hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
Prabowo meminta penanganan bencana cepat dan terpadu. Enam pesawat TNI AU membawa 31 ton logistik ke NTT dan 500 pompa air ke Kalimantan.
Kualitas udara Palembang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. BMKG mencatat PM2.5 mencapai 69,5 µg/m³.
BMKG mengingatkan gelombang 1,25-2,5 meter di perairan utara RI akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis ATSANI.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.