Warga Terdampak Tol Jogja-Solo di Klaten Borong Mobil

Ilustrasi. - Freepik
17 November 2021 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KLATEN-Sejumlah warga Klaten penerima uang ganti rugi proyek jalan tol Jogja-Solo (Joglo) langsung membelanjakan uangnya untuk membeli mobil.

Sebagaimana diketahui, tim pembebasan lahan jalan tol Solo-Jogja di Klaten sudah mencairkan uang ganti rugi (UGR) ke warga terdampak di Kabupaten Bersinar. Warga yang memperoleh UGR dari proyek jalan tol tersebar di Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Delanggu, Kecamatan Ceper, Kecamatan Karanganom.

Total UGR yang sudah dicairkan tim pembebasan lahan jalan tol Joglo di beberapa kecamatan di Klaten itu senilai Rp800 miliar. Hingga di pengujung tahun 2021, tim pembebasan lahan masih memiliki dana segar senilai Rp650 miliar (untuk pembebasan lahan jalan tol Joglo di sembilan desa di Kecamatan Ngawen).

Setiap warga terdampak menjelma sebagai seorang jutawan hingga miliarder karena per orang ada yang memperoleh UGR hingga Rp3 miliar-Rp4 miliar.

Menjamurnya orang kaya baru (OKB) dampak dari proyek jalan tol Joglo dimanfaatkan marketing kendaraan. Hal itu termasuk yang dilakukan tim marketing Toyota Nasmoco Klaten yang jemput bola menawarkan produknya ke warga terdampak jalan tol Joglo di Gor Kalimosodo Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Rabu (17/11/2021).

Di kesempatan itu sedang berlangsung musyawarah penetapan bentuk kerugian jalan tol Joglo di Senden. Total lahan terdampak jalan tol Joglo di Senden mencapai 186 bidang atau setara 19 hektare.

Tim marketing Toyota Nasmoco Klaten biasanya standby di setiap pintu masuk lokasi berlangsungnya musyawarawah. Setiap warga terdampak jalan tol Solo-Jogja yang keluar dari Gor Kalimosodo Senden langsung ditemui sekaligus diberi brosur berisi harga mobil. Upaya jemput bola seperti itu telah dilakukan sejak musyawarah hingga pembayaran UGR di Kecamatan Polanharjo.
"Mobil di era sekarang dinilai sudah menjadi kebutuhan. Bisa untuk mengantar orang sakit dan lainnya [untuk duwen-duwen/sawangan di rumah]. Sejak dari Polanharjo hingga sekarang, sudah ada 20 orang [20 unit yang terjual]. Sebanyak 80 persen membeli dengan cara cash. Jenis mobil yang paling banyak diburu yang harganya di atas Rp300 juta, seperti Toyota Innova. Ada juga Toyota Avanza Veloz dan Toyota Rush," kata Group Leader Marketing Toyota Nasmoco Klaten, Anton Setya Nugroho, saat ditemui wartawan di Gor Kalimosodo, Senden, Ngawen, Rabu (17/11/2021).

Anton Setya Nugroho mengatakan warga terdampak jalan tol Joglo biasanya sudah memiliki skala prioritas dalam membelanjakan UGR yang diterima. Bagi warga yang kehilangan rumah/tanah, biasanya memprioritaskan membeli rumah/tanah di lokasi baru. Setelah itu baru berpikir berinvestasi jenis lainnya hingga membeli mobil.

"Yang membeli mobil [20 orang terdampak jalan tol Solo-Jogja] merupakan orang pertama yang memiliki mobil. Rata-rata, satu orang membeli satu mobil. Ada juga orang tua yang tak bisa nyetir mobil tapi tetap beli mobil. Mobil itu untuk anaknya yang di Jakarta. Jika balik dari Jakarta [tanah rantau], bisa digunakan anaknya itu di rumah," katanya.

Anton Setya mengatakan proyek jalan tol memberikan kontribusi positif ke penjualan mobil toyota. Jauh sebelum pandemi Covid-19, Toyota Nasmoco Klaten hanya mampu menjual 60 unit per bulan. "Dalam dua bulan ini, pembelian di tempat kami banyak yang cash [80 persen]. Saat ini, rata-rata penjualan mobil mencapai 40-45 unit per bulan," katanya.

Salah seorang warga terdampak jalan tol Solo-Jogja asal Senden, Ngawen, Mulyono, 55, mengaku sempat ditawari agar membeli mobil pascamengikuti musyawarah penetapan bentuk kerugian di desanya. Lantaran sudah memiliki mobil, Mulyono tidak tertarik membeli mobil.

"Saya juga diberi brosur agar membeli mobil. Tapi, saya sudah punya mobil Honda Mobilio. Jadi, saya enggak ada respons dengan tawaran itu," katanya.

Mulyono merupakan salah seorang warga terdampak jalan tol Joglo dengan luas lahan sawah seluas 4.000 meter persegi. Sesuai rencana, sawah milik Mulyono itu dihargai tim appraisal senilai Rp3,7 miliar.

"Saya setuju dengan jalan tol ini. Nilai UGR yang ditawarkan sudah melebihi target. Lantaran lahan saya yang terdampak jalan tol berupa sawah, saya akan mencari sawah terlebih dahulu," katanya.

Selain warga terdampak jalan tol Solo-Jogja, tim marketing mobil juga memberikan brosur berisi harga mobil ke Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati. Namun, orang nomor satu di pemerintahan kecamatan itu belum tertarik membeli mobil.

Sebagaimana diketahui, luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Joglo berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.

Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan. "Selama ini, bentuk kerugian yang diinginkan warga lebih tertarik ke uang. Soalnya lebih fleksibel [dibandingkan bentuk kerugian lain, seperti rumah, saham, dan lainnya]," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono.

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengimbau ke warga terdampak jalan tol Solo-Jogja agar menggunakan UGR yang diterima secara bijak. "Tentunya akan ada warga yang memiliki duit banyak. Kami berpesan, gunakan uang itu sebaik-baiknya. Jangan boros. Beli sesuatu yang menjadi kebutuhan, bukan yang diinginkan. Manfaatkan yang lebih baik, seperti disimpan atau pun digunakan untuk usaha," kata Sri Mulyani.

Sumber : Solopos.com