Kemendikbud Beri Penguatan Organisasi Penghayat Kepercayaan

Diskusi penghayat kepercayaan. - Ist
10 November 2021 06:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek berupaya memperkuat organisasi penghayat kepercayaan. Kemendikbud menemukan indikasi terjadinya penurunan jumlah organisasi penghayat kepercayaan di Indonesia.

Penguatan kali ini menyasar organisasi penghayat kepercayaan Palang Putih Urip Nusantara, Kejawen Urip Sejati di Onggosoro, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (9/11/2021). Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kemendikbudristek Sjamsul Hadi menjelaskan penguatan pelu dilakukan karena ia menemukan adanya penurunan jumlah organisasi penghayat kepercayaan.  

BACA JUGA : Penghayat Kepercayaan Sebut Pancasila Belum Menjadi 

Penyebab penurunan tersebut sangat beragam. Antara lain masih dikelola secara natural dan apa adanya, selain itu tanpa sistem pengorganisasian yang solid, tidak ada regenerasi kepemimpinan. Kemuidan mereka semata-mata bertumpu pada figur, serta kurangnya sarana dan prasarana.  

“Lemahnya pengorganisasian berdampak pada kiprah dan peran organisasi Kepercayaan di tengah masyarakat. Sebagai organisasi yang berbasis pada nilai-nilai kebaikan yang bersumber dari ajaran leluhur, sejatinya dapat berkontribusi atau berperan dalam kehidupan masyarakat melalui aktualisasi nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sjamsul dalam rilisnya, Selasa (9/11/2021).

Ia mengatakan dalam kegiatan penguatan itu digelar pula dialog dengan para penghayat kepercayaan. Hal itu untuk mendengar masukan dan masalah yang dialaminya terutama dalam bermasyarakat. Sjamsul memastikan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas para penghayat kepercayaan terutama organisasi Palang Putih Nusantara Kejawen Urip Sejati.

BACA JUGA : Stigma, Alasan Banyak Penghayat Kepercayaan Enggan

“Kami mendorong semua program yang ada khususnya kegiatan pemberdayaan pemuda dan perempuan penghayat. Mengenal dan menerapkan kembali unggah ungguh dan tata krama,” katanya.

Sjamsul menegaskan penghayat kepercayaan merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia. Selain turut memberikan kontribusi dalam pembentukan negara, dinamika sosialnya juga mewarnai kemajemukan yang jadi kekayaaan budaya Indonesia. “Pelestari budaya spiritual bangsa, ekspresi spiritualitas Penghayat Kepercayaan ini dijamin oleh konstitusi,” ujarnya.