Advertisement
Menteri Jokowi Terlibat Bisnis Swab PCR, Rocky Gerung: Kabinet Pencari Rente
Pakar filsafat politik Indonesia Rocky Gerung memberikan pemaparan saat Forum Pikiran, Akal dan Nalar (Roadshow Polmark Indonesia dan Partai Amanat Nasional) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/3/2019). - ANTARA/Didik Suhartono
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti terbongkarnya keterlibatan dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait bisnis tes PCR untuk Covid-19. Dia menilai, hal tersebut membuktikan bahwa sekarang ini merupakan kabinet pencari rente.
Diketahui ada dua menteri yang disinyalir terseret bisnis PCR, yaitu Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir. Nama Luhut dan Erick dikaitkan dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia. Perusahaan ini mengklaim memiliki laboratorium terbesar dan tercepat dalam pelayanan tes PCR.
"Dari awal kabinet isinya pencari rente, semua menteri rent seeking itu, rent seeker yang memang didiamkan oleh Presiden Jokowi," kata dia di Channel Youtube Rocky Gerung Official seperti dikutip, Minggu (7/11/2021).
Advertisement
BACA JUGA : Ramai Isu Bisnis PCR, Luhut Pesan ke Istri: Tenang Saja,
Rocky Gerung berpendapat mestinya Presiden Jokowi mengetahui sejak awal bahwa kabinet yang dibentuknya ingin mengembalikan dana-dana kampanye yang mereka pakai untuk keperluan Pilpres.
Menurutnya, sikap pejabat yang mengintai seluruh lini bisnis bukanlah barang baru. Karena itu, dia mengatakan jika nanti perubahan kekuasaan maka bisa jadisatu kabinet akan masuk pengadilan.
"Bahwa akan ada akal sehat juga untuk menelanjangi mereka. Apa keropos kecil itu, ya putusan Mahkamah Konstitusi yang nggak pernah dia prediksi itu akan dibatalkan," papar Rocky Gerung.
Mantan Dosen Filsafat UI itu menilai dalam politik mudah sekali berbuat curang. Hal itu akan diingat dalam peristiwa kecil yang akan dipakai untuk membongkar persekongkolan besar.
BACA JUGA : Luhut Diduga Terlibat Bisnis PCR, Jubir Sebut Tak Cari Untung
Menurutnya, peristiwa kecil saat ini sederhana, yaitu mahalnya harga tes PCR. Namun, hal itu akan berlanjut menjadi persoalan yang lebih besar.
"Itu cuman pertanyaan akuntansi kecil lalu dibongkar, modalnya berapa sih, untungnya berapa sih, boleh-boleh aja, tapi kalau sudah berlebihan dianggap sudah rencana merampok uang rakyat," pungkas Rocky
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Situasi Timur Tengah Kian Memanas
- IRGC Ancam Bakar Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
- Usai Buka Bersama, Tawuran Antar Remaja Pecah di Imogiri Barat Bantul
- China Desak Hentikan Operasi Militer Usai Penutupan Selat Hormuz
- Pemerintah Siapkan Skenario Jaga Ketahanan Energi di Tengah Konflik
- Pebalap Astra Honda Tembus Podium di Seri Moto4 Asia Cup Buriram
- Arab Saudi Larang Impor Unggas RI, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement








