PAN Doakan Ganjar Jadi Calon Presiden, Jadi Pendukung?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti program vaksinasi tahap kedua dengan mengenakan pakaian adat Melayu Cekak Musang dan ikat kepala Tanjak, Kamis (28/1/2021). - instagram @esdm_jateng@ganjar_pranowo
06 November 2021 21:07 WIB Miftahul Ulum News Share :

Harianjogja.com, KUDUS - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendoakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk bersaing di level nasional dalam pemilihan presiden, menyusul kesuksesannya membangun Provinsi Jateng.

"Saya kenal Ganjar Pranowo sejak tahun 2004 dan dia juga sukses membangun di Jateng. Untuk itulah, saya mendoakan agar nantinya bisa sukses di level nasional," ujar Zulkifli Hasan ditemui usai melakukan konsolidasi dan pendidikan politik DPW PAN Jateng, di Kantor Dewan Pengurus Daerah PAN Kudus, Jumat (6/11/2021).

Dalam perkembangan berbeda, ratusan emak-emak yang tergabung dalam Relawan Kawan Sandi (RKS) Cimahi, Jawa Barat, mendeklarasikan diri mendukung Sandiaga Uno maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

Koordinator RKS Cimahi Dewi Trinawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/11/2021), menjelaskan alasan mereka mendukung Sandiaga karena dia sebagai sosok pekerja keras dan merangkul semua kalangan. "Karena Bang Sandi orangnya pekerja keras, sederhana, dan selalu mengayomi, tidak pernah membedakan ras budaya, apa pun itu selalu dirangkul semua," kata Dewi.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan salah satu tujuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 adalah menyelamatkan aset bangsa dan negara.

Dia mencontohkan ancaman kebangkrutan Garuda Indonesia sering dikhawatirkan Prabowo, karena betapa sulitnya menjaga aset negara dan persaingan global semakin dinamis dan tantangan modal semakin nyata.

"Maka makin relevan bahwa visi misi yang selama ini diinginkan oleh Prabowo menjadi tepat, kami meminta termasuk Gerindra Sumsel beliau maju dalam Pilpres 2024. Salah satu maksudnya adalah menyelamatkan aset bangsa dan negara dari masalah seperti ini," kata Muzani dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Isu pemilihan presiden 2024 mulai hangat diperbincangkan beberapa waktu terakhir, sekaligus sebagai upaya memetakan dan mengukur potensi salah satu calon. Sejumlah nama yang muncul yakni Prabowo Subianto, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, Ganjar Prabowo, Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, dsb.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengatakan syarat mengusung calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2019.

BACA JUGA: Pekan Depan, Guru dan Murid di Kulonprogo Dites PCR secara Acak

Ilham Saputra di Tanjungpinang, Kamis (14/10/2021), mengatakan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang diselenggarakan secara serentak padan 2024 sehingga hasil Pemilu 2019 yang dijadikan sebagai landasan untuk menghitung perolehan suara atau kursi.

Partai atau koalisi partai yang berhasil memperoleh minimal 25 persen suara atau 20 persen kursi di DPR, yang dapat mengusung calon presiden dan wakil presiden. Kebijakan itu berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dan peraturan teknis lainnya.

"Ketentuannya memang sudah seperti itu," katanya.

Bila merujuk ketentuan tersebut, PDI Perjuangan bisa mengusung calon sendiri pada Pilpres 2024. Sedangkan partai lain harus berkoalisi.

Sumber : Antara