Rp844 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Sudah Dicairkan di Klaten

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - Solopos.com/Ponco Suseno
04 November 2021 18:37 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Pengadaan lahan untuk proyek Tol Jogja-Solo di wilayah Klaten terus bergulir. Hingga kini, uang ganti rugi yang sudah dicairkan untuk pemilik lahan terdampak tol di Klaten mencapai Rp844 miliar.

Kasi Pengadaan Lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan jumlah total bidang lahan yang bakal dibebaskan untuk pembangunan jalan tol sebanyak 3.961 di 50 desa di 11 kecamatan. Pengukuran dan pendataan lahan terdampak sudah hampir rampung.

BACA JUGA: Mulai Sekarang, Area Check In Bandara YIA Bisa Diakses Semua Orang

Bidang lahan yang sudah ditaksir oleh tim aprraisal independen sebanyak 1.974 tersebar di 32 desa. Sementara, musyawarah penetapan ganti rugi oleh tim pengadaan lahan untuk jalan tol sudah dilakukan di 19 desa dengan total 1.645 bidang lahan. Dari jumlah itu, sebanyak 1.214 bidang lahan sudah proses validasi dan diusulkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk segera mendapatkan ganti kerugian.

 “Sementara yang sudah pencairan untuk 1.025 bidang atau 25,88 persen. Tersebar di 15 desa,” kata Sulis saat ditemui wartawan seusai rapat koordinasi membahas perkembangan proyek jalan tol di ruang C2 Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Kamis (4/11/2021).

Uang ganti rugi yang sudah dicairkan kepada para pemilik bidang lahan sekitar Rp844 miliar untuk 1.025 bidang di 15 desa tersebut. Belasan desa itu berada di empat kecamatan yakni Polanharjo, Delanggu, Ceper, dan Karanganom.

Sulis mengatakan proses pengadaan lahan tersebut terus berlanjut. Tim pengadaan lahan saat ini mulai menggelar musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian wilayah Kecamatan Ngawen. Pekan lalu, tim pengadaan lahan menggelar musyawarah bentuk ganti kerugian di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen. Selain Kahuman, sejumlah desa yang terdampak jalan tol Solo-Jogja di wilayah Ngawen yakni Desa Pepe, Ngawen, Senden, Gatak, Tempursari, Duwet, serta Kwaren.

BACA JUGA: Warga Bangunsari Semin Tanam Pohon Pisang di Jalan

Pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Ngawen rampung akhir tahun ini. Total anggaran yang disiapkan untuk pengadaan lahan jalan tol di wilayah Klaten hingga akhir tahun ini tersisa Rp650 miliar yang digunakan untuk pembebasan lahan di wilayah Ngawen. “Kami ajukan [pencairan ganti kerugian] yang sudah menandatangani persetujuan. Sisanya, kami menunggu dari pemilik lahan,” kata dia.

Sulis mengatakan hingga kini tak ada hambatan dalam proses pengadaan lahan untuk Tol Jogja-Solo. Belum ada pemilik bidang lahan yang mengajukan gugatan ke pengadilan terkait ganti kerugian. “Hampir 90 persen pemilik lahan setuju. Sampai saat ini belum ada yang mengajukan keberatan ke pengadilan,” kata dia.

Sulis menjelaskan proses pengadaan lahan untuk jalan tol di wilayah Klaten tahun ini bisa rampung di lima kecamatan. Sementara, proses pembebasan lahan di enam kecamatan lainnya bakal berlanjut pada 2022. “Kemarin anggaran sekitar Rp5 triliun untuk anggaran 2022,” kata Sulis.

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya, meminta agar proses pembayaran ganti kerugian bisa dipercepat. Hingga kini, sebagain warga dan pemerintah desa yang lahan serta tanah kas desa mereka terdampak menunggu-nunggu kepastian proses pembayaran ganti kerugian. “Pemerintah desa dan warga sudah menunggu serta berharap segera ada kepastian atau realisasi. Karena mereka khawatir nanti setelah menerima pembayaran realisasi pembebasan itu, untuk dibelikan [lahan pengganti] sesuai luasan yang sama mungkin sulit. Ini yang harus menjadi pertimbangan tim agar proses ini bisa dipercepat,” kata Yoga.

Sumber : JIBI/Solopos