JELAJAH MAGELANG: Digitalisasi Buku C Mudahkan Pengurusan Administrasi Pertanahan

Muandim memberikan pendapingan pada perangkat desa untuk pengoperasian Buku C Digital. - Ist
04 November 2021 08:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Berawal dari membantu tugas ayahnya yang merupakan seorang Sekretaris Desa (Sekdes), Muandim berhasil menciptakan aplikasi yang memudahkan Pemerintah Desa dalam mengarsipkan Buku C pertanahan. Inovasi ini pun memenangkan juara pertama Lomba Kreasi Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang.

Buku C merupakan buku register pertanahan atas kepemilikan tanah di wilayah pedesaan atau kampung secara turun temurun. Buku C mulai ada sejak 1950-an yang menjadi awal pencatatan pajak. Dalam perkembangannya saat ini menjadi dasar jika ada sengketa atau hibah tanah.

"Pencarian data tanah di Buku C butuh waktu berminggu-minggu. Nah, berawal permintaan ayah saya yang saat itu menjadi Sekdes, maka saya membuat aplikasi digital Buku C," jelas Muandim, Rabu (3/11/2021).

Pada awal 2019, Muandim yang merupakan warga Jl. Bogenvil 156, Pondok Asri 2, Payaman, Secang, Kabupaten Magelang ini mulai merancang generasi pertama aplikasi ini. Ia melakukan restorasi alih media Buku C dari bentuk kertas menjadi digital, dengan cara scan Buku C kemudian diinput ke aplikasi.

Aplikasi ini akan memudahkan saat masyarakat membutuhkan Buku C tanahnya. Bahkan aplikasi ini bisa digunakan untuk formulir surat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat jual beli tanah atau hibah.

Baca juga: JELAJAH MAGELANG: Pengajuan Tera Ulang Bisa Melalui Aplikasi Simetro

Saat ini, hampir 200 desa yang menggunakannya Buku C Digital ini dan diikuti sejumlah daerah seperti Temanggung, Wonosobo dan Kuningan (Jawa Barat). Ke depan, Muandim akan mengembangkan aplikasi ini agar bisa menyambung dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Jika pemerintah desa membutuhkan aplikasi Buku C Digital ini, mereka hanya perlu menyediakan Buku C. Muandim dan timnya akan mewawancarai pinisepuh desa yang dianggap paham tentang Buku C. Biaya pembuatan aplikasi ini bervariasi mulai Rp8,5 juta hingga Rp20 juta tergantung luas lahan desa.

"Nantinya kami akan melatih perangkat desa yang ditunjuk dan akan kami dampingi untuk mengoperasikan Buku C Digital ini. Jadi nantinya petugas itu bisa mengubah isi aplikasi sesuai perkembangan kepemilikan lahan," jelasnya.

Digitalisasi Buku C hasil inovasi Muandim menjadi hadiah juara pertama Krenova Kabupaten Magelang Tahun 2021. Hadiah diberikan Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Senin (18/10/2021). (ADV)