Tidak Ada Lonjakan Kasus Setelah PON Papua

Wapres Ma'ruf Amin menghadiri upacara penutupan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). - Youtube PON XX Papua 2021
26 Oktober 2021 11:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjoggja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto menyebut tidak ada laporan tambahan kasus, baik di Papua maupun daerah lain, seusai penyelenggaraan PON Papua.

"PON sudah masuk penutupan plus 10 hari. Tidak terlihat adanya pelonjakan baik itu di tempat penyelenggaraan PON maupun di daerah-daerah," ujarnya lewat konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021).

Airlangga melanjutkan, keberhasilan untuk menekan potensi lonjakan kasus merupakan kabar baik yang akan dijadikan bahan evaluasi, khususnya untuk menjadi acuan penyelenggaraan event olahraga internasional lainnya.

Sekadar informasi, dalam waktu dekat Indonesia akan ada acara kejuaraan dunia Indonesian Youth Championship U-20 yang akan diikuti oleh klub Eropa; Barcelona, Real Madrid, Manchester United, dan Chelsea, dan Indonesian All Star pada tanggal 1-8 Desember 2021 di Bali.

Kemudian, Indonesia siap menggelar ajang balap World Superbike (WSBK) pada 19-21 November 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, BRI Liga 1 yang akan diikuti oleh 18 Klub ternama di Indonesia, termasuk Bali United, juga akan digelar di Bali pada Desember 2021 atau Januari 2022.

Sementara itu, di Bidang Bulutangkis Indonesia juga akan menyelenggarakan perhelatan internasional seperti Indonesia Masters 2021 pada 16-21 November 2021.

Kemudian Indonesia Open yang diselenggarakan 23-28 November 2021 dan BWF World Tour Final pada 1-5 Desember 2021. Ketiga agenda bulutangkis tersebut akan berlangsung di Bali.

"Kita evaluasi lagi di H+14 yang beberapa hari lagi. Sehingga tentu ini jadi bahan referensi untuk kegiatan, termasuk Superbike nanti," ujar Airlangga.

Sumber : JIBI/Bisnis.com