Puluhan Desainer Beradu Karya di Event Peragaan Busana

Penampilan peragaan busana dalam launching Seni Kriya 2021, Rabu (20/10/2021). - Ist.
20 Oktober 2021 22:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sedikitnya 50 desainer dari berbagai kota di Indonesia akan beradu karya busana dalam Aira Fashion on The Spot dalam rangkaian Pameran dan Temu Bisnis Seni Kriya 2021 pada 2 hingga 5 Desember 2021 mendatang. Event ini diharapkan dapat mendongkrak sektor industri busana yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.

Pimpinan Rumah Pentas Tosa Santoso selaku panitia penyelenggara menjelaskan peragaan busana bertajuk Aira Fashion on The Spot 2021 akan diikuti 50 perancang busana dari berbagai kota yang rencananya dihelat di Hartono Mall. Selain desainer ternama, akan menghadirkan peragawati profesional untuk menampilkan karya busana, dengan panjang landasan peragaan sekitar 35 meter.

“Ini ajang gelar busana dengan konsep baru yang memberi kesempatan pelaku bisnis busana melakukan branding menarik yang bisa mengarah ke transaksi,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Ia menilai perhelatan itu berpotensi memutar roda perekonomian karena memungkinkan terjadinya transaksi. Selain itu para produsen, kreator hingga seniman busana bisa menampilkan karya terbaiknya. “Kondisi landasan peragaan yang dekat dengan penonton maka pembeli bisa menyaksikan lebih jelas dan berpotensi mendorong penjualan. Teman-teman desainer banyak yang mengapresiasi acara ini, sehingga kami merangkul dan terbuka bagi semua pihak,” ujarnya

Adapun dalam peluncuran event tersebut pada Rabu (20/10/2021) menghadirkan belasan desainer papan atas yang berasal dari DIY dan Jawa Tengah. Dari Jogja misalnya ada Sugeng Waskito, Dadang Koesdarto, Essy Masita, Ryani Utami, Brahm Italia, icik Mulyaningtyas dan Mimi Kebaya. Kemudian dari Soloraya ada Owens Joe, Dhani Budidharma, Astrid Ediati dan Uzi Fauziah.

Direktur Utama Aira Mitra Media Dwiki Arief menambahkan perhelatan Seni Kriya itu mengangkat tema tentang Sarwakala atau semua lini waktu. Melalui tema tersebut, ingin mengkolaborasikan seni kriya zaman dahulu yang kental dengan nilai tradisional dengan era saat ini yang banyak perminataan pasar. Harapannya melalui kolaborasi itu nilai tradisional yang luhur di seni kriya tetap terjaga meski permintaan karya di era saat ini terus meningkat.

“Peningkatan industri pasar kini dan mendatang, tanpa menanggalkan nilai-nilai tradisional dan falsafah. Sekaligus kami ingin sampaian bahwa seni kriya itu untuk semua kalangan generasi tidak hanya hanya kolonial tetapi juga milenial bisa ikut berpartisiasi,” katanya.

Ia menilai seni kriya seperti busana karya lokal Indonesia sebenarnya mampu bersaing di level internasional. Akantetapi generasai saat ini belum terlalu melek dengan potensi yang dimiliki. “Melalui kegiatan ini juga ada temu bisnis dengan skala regional, nasional dan internasional serta UMKM mahir digital dari semua lini. Ada edukasi antara pelaku yang senior kepada yang junior tentang bagaimana melakukan promosi,” ujaranya.