Taliban Tak Boleh Mengakses Dana Cadangan Bank Sentral Afghanistan

Para anggota Taliban berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. - Antara - Reuters
20 Oktober 2021 11:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, WASHINGTON-Taliban tidak akan pernah diizinkan mengakses dana cadangan bank sentral Afghanistan yang sebagian besar disimpan di Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo pada Selasa.

Taliban mendapatkan kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus.

Taliban telah meminta Amerika Serikat untuk mencabut blokir terhadap dana cadangan bank sentral Afghanistan senilai lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp126,9 triliun) yang disimpan di luar Afghanistan saat negara itu berjuang untuk menahan krisis ekonomi yang semakin dalam.

"Kami percaya bahwa penting bagi kami untuk mempertahankan sanksi terhadap Taliban tetapi pada saat yang sama berupaya menemukan cara untuk memberi bantuan kemanusiaan yang sah untuk sampai ke rakyat Afghanistan. Itulah tepatnya yang kami lakukan," kata Adeyemo kepada Komite Perbankan Senat AS.

Taliban mengambil kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah Amerika Serikat menarik pasukannya, yakni hampir 20 tahun setelah kelompok itu digulingkan oleh pasukan pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

AS dan negara-negara Barat lainnya sedang bergulat dengan pilihan sulit karena krisis kemanusiaan yang parah terjadi secara luas di Afghanistan.

Baca juga: Diringkus KPK, Bupati Kuansing Andi Putra Terjerat Kasus Ini

Mereka mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberi kelompok itu legitimasi untuk memerintah, sambil memastikan bantuan kemanusiaan mengalir ke Afghanistan.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kami menerapkan rezim sanksi terhadap Taliban dan jaringan Haqqani, tetapi pada saat yang sama memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang diizinkan ke Afghanistan," kata Adeyemo.

Jaringan Haqqani adalah kelompok yang berafiliasi dengan Taliban yang berbasis di dekat perbatasan dengan Pakistan. Jaringan itu disalahkan atas beberapa serangan bunuh diri terburuk dalam perang tersebut.

Adeyemo mengatakan Departemen Keuangan AS mengambil setiap langkah yang bisa dilakukan dalam rezim sanksinya untuk menjelaskan kepada kelompok-kelompok kemanusiaan bahwa Washington ingin memfasilitasi aliran bantuan kepada rakyat Afghanistan.

Namun, dia juga memperingatkan agar bantuan kemanusiaan dapat mengalir masuk ke Afghanistan, Taliban harus mengizinkan bantuan itu terserap di dalam negeri.

Departemen Keuangan AS pada Agustus semakin membuka jalan untuk bantuan mengalir ke Afghanistan meskipun ada sanksi AS terhadap Taliban saat departemen itu mengeluarkan dua izin umum.

Sumber : antara