3 Orang Meninggal Dunia dalam Gempa Bali, 7 Orang Luka Berat

Ilustrasi seismograf. Alat ini merupakat perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. - Antara
16 Oktober 2021 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogha.com, BALI - Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 di 8 kilometer sebelah barat laut Karangasem, Bali, mengguncang pada pukul 03.18 WIB, Sabtu, 16 Oktober 2021. 

Lindu menyebabkan kerusakan bangunan dan tiga orang warga meninggal di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Bali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menginformasikan, penanganan darurat masih berlangsung hingga saat ini. 

Perkembangan informasi pada pukul 07.15 WIB, BPBD Karangasem menyebutkan korban meninggal bertambah satu orang, sehingga totalnya menjadi tiga orang. 

Tim Basarnas masih melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Sedangkan tujuh warga mengalami luka berat. Mereka yang luka-luka telah dievakuasi ke Puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem.

"Dampak guncangan di wilayah Kabupaten Bangli, dua warga yang meninggal dunia telah dievakuasi ke Puskesmas setempat," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dilansir dari Tempo, Sabtu.

Masih di wilayah tersebut, empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri.

BPBD Kabupaten Bangli melaporkan, jalan menuju lokasi terdampak gempa tertimbun longsor. Ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. 

Tim SAR akan menggunakan akses danau untuk proses evakuasi. BPBD Kabupaten Karangasem dan Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M4,8 berpusat pada kedalaman 10 km. Dilihat dari kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Denpasar, Karangasem, Lombok Utara berada pada IV MMI, sedangkan Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram III MMI.

Informasi sebelumnya yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan guncangan kuat dirasakan di beberapa wilayah. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bangli, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga selama lima detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.

Guncangan juga dirasakan sedang hingga kuat selama tiga hingga lima detik di Kabupaten Karangasem, sedangkan guncangan kuat selama lima detik dirasakan di Kota Denpasar.

Setelah gempa magnitudo 4,8 ini, Pusdalops BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan informasi terkini.

"Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat," ujar Abdul Muhari.

Sumber : JIBI/Bisnis.com