Advertisement
Tekor Terus, Peternak Unggas Berencana Geruduk Istana Negara pada 11 Oktober
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Peternak ayam pedaging dan petelur dari berbagai daerah berencana menggelar unjuk rasa di Istana Kepresidenan, menyusul situasi industri perunggasan. Sejak awal tahun, harga jual hasil peternakan unggas kerap berada di bawah harga acuan yang ditetapkan.
“Memang benar. Rencananya aksi 11 Oktober nanti di Istana Negara, ” kata Ketua Bidang Layer Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Leopold Halim, Jumat (8/10/2021).
Advertisement
Leopold mengatakan aksi protes merupakan buntut dari harga jual produk unggas yang memburuk dalam dua bulan terakhir. Sebagai contoh, harga telur di tingkat peternak kini dijual di kisaran Rp15.000 per kilogram (kg) atau di bawah harga acuan Rp19.000 per kg sampai Rp21.000 per kg.
Di sisi lain, biaya produksi telah menyentuh Rp21.000 per kg, imbas dari harga pakan yang naik.
“Sejak awal tahun ini kondisinya sudah tidak bagus. Situasi terparah dalam dua bulan ini. Harga telur jauh dan harga pakan naik terus. Semua peternak gerah dan harus nombok banyak. Ada beberapa yang sudah tutup dan bangkrut,” tambahnya.
Koperasi Peternak Kendal sebelumnya mewanti-wanti akan mengepung Istana Negara apabila harga telur di pasar tidak kembali pulih. Peringatan itu disampaikan Ketua Koperasi Peternak Kendal Suwardi kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat satu sesi dalam dialog agribisnis yang diadakan oleh Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia secara daring pada Rabu (6/10/2021).
“Kondisi kami sudah sangat parah, mungkin dalam waktu dekat Istana mau dikepung dengan telur dan ayam,” kata Suwardi.
Selama kenaikan harga jagung untuk pakan, Koperasi Peternak mencatatkan kerugian mencapai Rp3,72 miliar sejak triwulan pertama tahun ini. Suwardi mengatakan kerugian itu disebabkan karena pemerintah tidak mampu menstabilkan harga jagung pakan yang menjadi komponen utama biaya produksi peternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Hujan Menyapu DIY Seharian, Aktivitas Warga Berpotensi Terganggu
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement







