Advertisement

Kemendikbud Andalkan Program Ini untuk Tekan Angka Pengangguran

Rahmad Fauzan
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 01:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kemendikbud Andalkan Program Ini untuk Tekan Angka Pengangguran Ilustrasi kursus - Bisnis

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupaya menekan angka pengangguran melalui program competitiveness anak usia 25 tahun.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wartanto mengatakan kementerian melakukan reskilling dan upskilling untuk meningkatkan kompetensi serta menambah keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sejumlah program, salah satunya Ayo Kursus', dikatakan mampu menciptakan kompetisi yang mendorong penyerapan tenaga kerja di usia muda Tanah Air yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Melalui program tersebut, kami mendorong anak-anak muda melakukan reskilling dan upskilling, ditingkatkan kompetensinya, diberi keterampilan baru, yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Wartanto, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Novel Baswedan Sebut Pejabat Korup Tak Boleh Dimaklumi

Vice President Pupuk Kaltim Anggoro Wijaya menilai program yang dijalankan oleh Kemendikbudristek tersebut telah berkontribusi untuk memasok tenaga kerja siap pakai sehingga mengurangi jumlah pengangguran.

Sebagai informasi, ‘Ayo Kursus’ terdiri dari dua program, yaitu program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW).

Keduanya bertujuan untuk memberikan peluang kepada para lulusan vokasi yang ingin menambah keterampilan untuk bisa bekerja dan berwirausaha.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada calon peserta untuk mengikuti kursus pelatihan selama 100-400 jam pembelajaran dengan bantuan dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

LBH Jogja Ungkap Serangkaian Ketidakadilan Ekonomi Warga Sepanjang 2022

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement