Advertisement

Indonesia Bantu Myanmar Atasi Krisis Politik dan Kemanusiaan

Akbar Evandio
Jum'at, 24 September 2021 - 02:37 WIB
Bhekti Suryani
Indonesia Bantu Myanmar Atasi Krisis Politik dan Kemanusiaan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/ ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan Indonesia bersama dengan Asean terus berusaha membantu Myanmar mengatasi krisis politik dan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para Menlu MIKTA, yaitu Menlu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Untuk diketahui, MIKTA adalah neologisme sekaligus singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

“Asean telah menunjuk Utusan Khusus dan masih terus berupaya mendapatkan jaminan akses untuk bertemu dengan semua pihak bagi Utusan khusus Asean agar dapat memulai fasilitasi dialog yang inklusif,” katanya lewat konferensi pers virtual, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan kondisi yang berkembang di Myanmar saat ini memberikan tantangan yang lebih bagi terjadinya dialog inklusif.

Di sisi kemanusian, dia mengatajan bahwa bantuan kemanusiaan sudah mulai bergerak, dan beberapa negara anggota MIKTA yang merupakan mitra Asean juga memberikan bantuan melalui Asean.

BACA JUGA: Begini Kronologi Tukul Arwana Dilarikan ke RS karena Pendarahan Otak

Bantuan dari Indonesia untuk Myanmar sendiri akan dikirim pada bulan ini. Adapun, dalam pertemuan tersebut negara anggota MIKTA memberikan dukungan atas peran sentral Asean dalam upaya mengatasi krisis di Myanmar.

Advertisement

“Mereka paham situasi tidak mudah. Secara khusus, negara anggota MIKTA mengapreasi kepemimpinan Indonesia. Semua negara mengapresiasi kepemimpinan Indonesia,” katanya.

Dia melanjutkan, isu lain yang dibahas dalam pertemuan MIKTA adalah perubahan iklim, pemberdayaan perempuan, dan penanganan Covid-19. Khusus mengenai penanganan Covid-19, kekhawatiran mengenai politisasi dan diskriminasi vaksin sangat menonjol.

Alhasil, Indonesia mengusulkan kiranya MIKTA dapat mulai membahas kemungkinan pengaturan saling pengakuan sertifikasi vaksin, PCR, dan standar protokol kesehatan.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Dua Unit Mobil Listrik UGM Antar Tamu Pernikahan Kaesang-Erina

Sleman
| Jum'at, 09 Desember 2022, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement