Advertisement
Indonesia Bantu Myanmar Atasi Krisis Politik dan Kemanusiaan
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/ ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan Indonesia bersama dengan Asean terus berusaha membantu Myanmar mengatasi krisis politik dan kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para Menlu MIKTA, yaitu Menlu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.
Advertisement
Untuk diketahui, MIKTA adalah neologisme sekaligus singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.
“Asean telah menunjuk Utusan Khusus dan masih terus berupaya mendapatkan jaminan akses untuk bertemu dengan semua pihak bagi Utusan khusus Asean agar dapat memulai fasilitasi dialog yang inklusif,” katanya lewat konferensi pers virtual, Kamis (23/9/2021).
Lebih lanjut, dia menjelaskan kondisi yang berkembang di Myanmar saat ini memberikan tantangan yang lebih bagi terjadinya dialog inklusif.
Di sisi kemanusian, dia mengatajan bahwa bantuan kemanusiaan sudah mulai bergerak, dan beberapa negara anggota MIKTA yang merupakan mitra Asean juga memberikan bantuan melalui Asean.
BACA JUGA: Begini Kronologi Tukul Arwana Dilarikan ke RS karena Pendarahan Otak
Bantuan dari Indonesia untuk Myanmar sendiri akan dikirim pada bulan ini. Adapun, dalam pertemuan tersebut negara anggota MIKTA memberikan dukungan atas peran sentral Asean dalam upaya mengatasi krisis di Myanmar.
“Mereka paham situasi tidak mudah. Secara khusus, negara anggota MIKTA mengapreasi kepemimpinan Indonesia. Semua negara mengapresiasi kepemimpinan Indonesia,” katanya.
Dia melanjutkan, isu lain yang dibahas dalam pertemuan MIKTA adalah perubahan iklim, pemberdayaan perempuan, dan penanganan Covid-19. Khusus mengenai penanganan Covid-19, kekhawatiran mengenai politisasi dan diskriminasi vaksin sangat menonjol.
Alhasil, Indonesia mengusulkan kiranya MIKTA dapat mulai membahas kemungkinan pengaturan saling pengakuan sertifikasi vaksin, PCR, dan standar protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Kejari Sleman Terbitkan SKP2, Kasus Hogi Kejar Jambret Resmi Ditutup
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Amazon PHK 16 Ribu Karyawan Lagi, Fokus Perkuat Bisnis AI
- Pemkab Bantul Buka Peluang Investasi di Kawasan JJLS Kelok 23
- Digitalisasi Pengiriman Surat Pengadilan, PT Pos Bahas Handbook Baru
- Jung Yu-mi, Park Seo-joon dan Woo-shik Reuni di Variety Show PD Na
- Narkotika dan Pencurian Dominasi Perkara Pidana di PN Sleman
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- Inflasi DIY Januari 2026 Diprediksi Melandai Usai Libur Nataru
Advertisement
Advertisement



