Advertisement

Ratusan Siswa SMP di Purbalingga Positif Covid-19, Ganjar Minta Sekolah Ditutup

Newswire
Rabu, 22 September 2021 - 17:47 WIB
Budi Cahyana
Ratusan Siswa SMP di Purbalingga Positif Covid-19, Ganjar Minta Sekolah Ditutup Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. - Istimewa

Advertisement

Bisnis.com, PURBALINGGA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkejut setelah mendapat informasi ratusan siswa di Purbalingga positif Covid-19. Ganjar langsung meminta Bupati Purbalingga melakukan tracing dan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Ibu Bupati sudah saya telepon tadi terus langsung dicek, saya minta untuk ditutup [sekolah]. Sama yang terjadi di Jepara, saya minta langsung tutup," terangnya, Rabu (22/9/2021).

Ganjar juga meminta setiap sekolah benar-benar mempersiapkan berbagai hal sebelum melaksanakan PTM. "Saya minta untuk yang persiapan PTM disiapkan testing-nya. Saya minta sekali-sekali dirandom (tes Covid-19 acak)," jelasnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Selain itu, ia juga berharap agar pihak sekolah jujur dalam memberikan keterangan terkait kesiapan melaksanakan PTM.

"Yang belum siap jangan ngaku siap. Yang belum siap kami akan dampingi biar siap," terangnya.

Sebanyak 151 siswa SMP di Purbalingga, Jawa Tengah, dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tersebut diketahui setelah Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan tes antigen massal untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono mengatakan, ratusan siswa yang dinyatakan positif Covid-19 berasal dari dua sekolah, yaitu  SMPN 3 Mrebet dan SMPN 4 Mrebet.

"Jika sebelumnya ada 90 siswa SMPN 4 Mrebet yang menjalani isolasi karena hasil tes cepat antigen mereka menunjukkan positif Covid-19. Kini, 61 siswa lainnya dari SMPN 3 Mrebet juga menunjukkan hasil positif," kata dia.

Advertisement

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta para wali murid untuk tetap tenang. Sebab, para siswa akan dipantau secara ketat oleh tim kesehatan.

Sementara untuk menghindari penularan virus, pembelajaran tatap muka (PTM) akan dihentikan sementara. Hal itu diperlukan untuk dilakukan proses evaluasi mengenai kesiapan protokol kesehatan.

Advertisement

"Untuk sementara waktu, seluruh pelaksanaan PTM terbatas dihentikan hingga adanya evaluasi lebih lanjut," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Paradigma Rehabilitasi Disabilitas Mental Harus Diubah

Sleman
| Kamis, 29 September 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement