Advertisement
DPO Teroris MIT Tersisa 4 Orang, Polisi: Kami Minta Segera Menyerahkan Diri
Pengendara mobil melintas di depan baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020). - Antara/Basri Marzuki.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Pimpinan Ali Kalora kini hanya tersisa empat orang yang masih berstatus buronan.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengimbau agar keempat buronan yang tersisa itu untuk menyerahkan diri ke Kepolisian, mengingat pemimpinnya sudah tewas dalam baku tembak di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu 18 September 2021.
Advertisement
“Kami mengimbau agar keempat orang buronan teroris yang tersisa ini menyerahkan diri,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (19/9/2021).
Adapun empat buronan teroris MIT yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.
Menurut Rudy, jika keempat buronan teroris MIT tersebut tidak segera menyerahkan diri, maka Tim Satgas Madago Raya akan melakukan tindakan tegas dan terukur jika menemukan keempatnya di lapangan.
“Segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan, tegasnya.
Sebelumnya, pimpinan kelompok teroris MIT Ali Kalora dan pengikutnya Jaka Ramadhan telah ditembak mati. Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan bahwa kedua buronan teroris tersebut tewas setelah terjadi baku tembak antara Satgas Madago Raya dan kelompok teroris MIT pada Sabtu 18 September 2021.
“Dua DPO sudah dilumpuhkan. Satu atas nama Ali Kalora dan kedua adalah Jaka Ramadhan,” tutur Rudy dalam keterangan resminya, Minggu (19/9/2021).
Sebelum baku tembak terjadi, menurut Rudy, tim Intelijen Satgas Madago Raya mendapat informasi mengenai keberadaan Ali Kalora di sekitar wilayah Pegunungan Desa Astina Kecamatan Torue. Kemudian, kata Rudy, satu tim Brimob dan Densus 88 Antiteror langsung diberangkatkan ke lokasi itu.
“Selanjutnya, mereka melakukan perlawanan saat akan ditangkap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Kota Besar yang Berpotensi Hujan Petir saat Lebaran Hari Ke-2
- Lebaran, Sejumlah Wilayah di DKI Jakarta Kebanjiran
- Veda Bakal Start Posisi Empat MotoGP Brasil
- Trump Ultimatum Iran, Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Dihancurkan
- Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Rebut Pole Position
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
- Baby Aliens Menangi Sprint Race MotoGP Brasil
Advertisement
Advertisement







