PM Johnson Rombak Kabinet, Liz Truss Diangkat Jadi Menlu Gantikan Dominic Raab

PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara
16 September 2021 14:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menunjuk Liz Truss sebagai menteri luar negeri wanita pertama partainya menggantikan Domonic Raab dalam satu perombakan kabinet.

Perombakan kabinet itu merupakan akibat dari kritikan atas ketidaksetaraan ekonomi dan penanganan pandemi Covid-19.

Mengakhiri ketidaksetaraan regional adalah kunci agenda yang ditetapkan pada tahun 2019 ketika Johnson memenangkan mayoritas parlemen Partai Konservatif terbesar sejak Margaret Thatcher. Tetapi agenda itu dikalahkan oleh Covid-19 dan berita utama tentang kesalahan kementerian.

Penggantian Dominic Raab, Liz Truss  adalah mantan menteri perdagangan. Perombakan itu juga bertujuan untuk mempromosikan sejumlah program prioditas untuk menghindari krisis. 

“Karena itulah mengapa perdana menteri ingin memastikan kami memiliki tim yang tepat untuk itu,” kata juru bicara Johnson kepada wartawan seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (16/9).

Sebuah sumber di kantor Johnson mengatakan pemimpin Inggris itu menunjuk menteri "dengan fokus meningkatkan persatuan dan ekonomi di kawasan tersebut. Sedangkan Menteri Keuangan Rishi Sunak tetap menjabat.

Truss, tokoh favorit di Partai Konservatif, pindah ke kantor kementerian luar negeri dari departemen perdagangan setelah dia menyelesaikan sejumlah kesepakatan perdagangan sejak Inggris meninggalkan Uni Eropa. 

Sedangkan Anne-Marie Trevelyan pindah jadi menteri perdagangan setelah menjadi menteri iklim. 

Truss menggantikan Raab, yang telah menghadapi seruan untuk mengundurkan diri sejak dia pergi berlibur ke Kreta saat Taliban menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul. 

Raab dipindahkan jadi menteri kehakiman. Untuk meringankan pukulan baginya, Raab juga ditunjuk sebagai wakil perdana menteri, peran yang pernah dia mainkan ketika Johnson berjuang di rumah sakit akibat terpapar Covid-19 tahun lalu.

“Raab adalah anggota terbaru dari pemerintahan Johnson ini yang diganjar atas kegagalannya dalam penanganan krisis di Afghanistan. Dia seharusnya keluar dari pemerintahan sama sekali,” kata tokoh oposisi Demokrat Liberal.

Michael Gove, yang dipandang sebagai pemain kunci dalam pemerintahan Johnson, dipindahkan ke kememterian perumahan dari posisinya sebagai menteri sekretaris kabinet, sebuah departemen di pusat pemerintahan yang mendorong implementasi kebijakan. Dia digantikan oleh Stephen Barclay, mantan menteri Brexit.

Tindakan atas Raab dan Gove mengikuti pemecatan tiga orang lainnya: Gavin Williamson sebagai menteri pendidikan, Robert Buckland sebagai menteri kehakiman dan Robert Jenrick sebagai menteri perumahan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia