Vaksin Booster Berbayar, Menkes Sebut Masyarakat Bebas Pilih Jenisnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai menjalani vaksinasi CoronaVac kedua di Istana Negara, Rabu (27/1/2021)./JIBI - Bisnis.com/Nancy Junita
13 September 2021 19:17 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut masyarakat bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster secara berbayar pada 2022.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin dosis ketiga ini memang tidak semuanya tersedia gratis bagi masyarakat. Adapun, vaksin tersebut akan tersedia pada 2022.

"Masyarakat bisa memilih jenis vaksinnya sama seperti beli obat di apotek," kata Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).

Budi menjelaskan untuk skema vaksinasi booster mandiri akan dibuka dengan skema bisnis ke bisnis (business to business/B to B) dan serta sistem berbayar serta jenis vaksin yang tersedia akan disesuaikan dengan yang sudah mendapatkan emergency use authorization (EUA) baik dari WHO dan BPOM RI.

Dia menuturkan negara hanya akan menanggung biaya vaksin untuk masyarakat yang terdaftar sebagai anggota penerima bantuan iuran (PBI) dan akan mendapatkan satu kali vaksin booster. Selain PBI, pemerintah akan menyuntikkan vaksin booster untuk anak-anak yang berusia 12 tahun sebanyak dua dosis secara gratis.

Masyarakat yang masuk kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas III, lanjutnya, untuk kebutuhan vaksin dosis ketiga akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah setempat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 12 September 2021, jumlah masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama meningkat sebesar 517.475 orang sehingga totalnya menjadi 72.766.195 orang.

Selanjutnya, untuk jumlah masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua meningkat sebesar 200.394 orang sehingga totalnya menjadi 41.734.734 orang.

Untuk masyarakat yang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) meningkat sebesar 3.105 orang sehingga totalnya menjadi 778.830 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis.com