NASA Soroti Karhutla Papua, Emisi Karbon Tembus 35 Megaton
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA--Vaksinasi Covid-19 punya efek samping terhadap pria maupun wanita.
Kondisi tersebut dinilai wajar karena memang vaksin jenis lainnya juga begitu. Namun, efek samping tersebut tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan dan tidak meninggalkan efek jangka panjang pada tubuh.
Mengutip Suara.com-jaringan Harianjogja.com, munculnya efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh ketika bereaksi terhadap patogen asing. Tubuh biasanya cenderung menunjukkan reaksi yang bisa berubah dari ringan hingga parah.
Vaksin Covid-19 bisa memicu gejala yang mirip dengan virus corona Covid-19. Dilansir dari Times of India, hal itu karena vaksin Covid-19 adalah tiruan dari virus corona Covid-19 yang sebenarnya untuk memicu respons imun yang diaktifkan oleh infeksi virus corona Covid-19.
Efek samping vaksin Covid-19 meliputi demam, kelelahan, mual hingga sakit tubuh dan banyak gejala lainnya. Selain itu, banyak orang juga mengalami gatal-gatal, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan yang hilang dalam 1 atau 2 hari.
Bahkan, sulit untuk memprediksi orang yang berisiko mendapatkan lebih banyak efek samping daripada lainnya. Tapi, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami efek samping vaksin Covid-19 parah, terutama pada wanita.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menemukan sebagian besar reaksi efek samping dari vaksin Covid-19 tidak serius. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa wanita mengalami lebih banyak efek samping vaksin Covid-19 daripada pria.
Berdasarkan jumlah total vaksinasi, 79 persen perempuan mengalami efek samping. Meskipun hanya ada sekitar 60 persen dari dosis vaksin Covid-19 yang diberikan kepada perempuan.
Sesuai penelitian, 19 wanita menerima suntikan vaksin Moderna melaporkan reaksi efek samping merugikan. Sedangkan, 44 persen wanita mengeluhkan reaksi anafilaksis setelah suntik vaksin Pfizer.
Dalam hal ini, wanita lebih rentan mengalami efek samping vaksin Covid-19 dibandingkan pria. Banyak peneliti mengatakan hal itu disebabkan oleh faktor perilaku.
Maksudnya, wanita lebih ekspresif tentang penyakit mereka daripada pria. Ada kemungkinan bahwa analisis yang diberikan dapat didasarkan pada seberapa vokal seseorang tentang rasa sakit fisik mereka.
Beberapa ahli percaya bahwa wanita lebih mungkin untuk melaporkan efek samping daripada pria. Sehingga, kesimpulannya menunjukkan bahwa wanita mengalami lebih banyak efek samping dari vaksin Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.