Dihantam Pandemi dan Persaingan, Pengelola Wisata Harus Kreatif

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, dalam membuka kegiatan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Kabupaten Magelang. Serta Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay / Pondok Wisata. Bertempat di Grand Artos Hotel Magelang, Selasa (7/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
07 September 2021 23:47 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Persaingan di pasar wisata semakin ketat sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam pengembangan pariwisata strategis daerah. Salah satu strategi untuk mengembangkan usaha pariwisata adalah dengan manajemen pengelolaan pariwisata yang baik.

Hal itu diungkapkan Bupati Kabupaten Magelang, Zaenal Arifin, yang dibacakan oleh, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, dalam membuka kegiatan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Kabupaten Magelang. Serta Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay / Pondok Wisata. Bertempat di Grand Artos Hotel Magelang, Selasa (7/9/2021).

Adi menyebutkan usaha pariwisata meliputi pengelola daya tarik desa wisata, homestay, pekerja restoran, pemandu wisata dan pengelola transportasi wisata. “Pengelolaan pariwisata yang baik akan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, karena pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang berkontribusi dalam memberikan pendapatan daerah,” katanya.

Baca juga: PPKM DIY Turun Level, Masyarakat Jangan Terbawa Euforia

Namun, adanya pandemi Covid 19 secara global membuat perekonomian masyarakat sektor pariwisata menjadi terpuruk. Untuk itu pelaku usaha pariwisata dituntut untuk lebih kreatif dan mengoptimalkan pemasaran, seperti salah satunya dengan pemasaran secara online atau melalui digital marketing.

Adi menyebutkan, di Kabupaten Magelang terdapat 230 daya tarik wisata (DTW) yang terdiri dari DTW alam, budaya dan buatan. Selain itu, sebanyak 34 desa wisata yang ada di Kabupaten Magelang telah memiliki SK Bupati dari 57 desa wisata yang ada di Kabupaten Magelang.

"Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan SDM Pariwisata yang kreatif, inovatif, profesional dan memahami era globalisasi dalam dunia kepariwisataan serta mampu mengaktualisasikan unsur-unsur Sapta Pesona dengan baik," harap Adi.

Baca juga: Jateng Bebas dari PPKM Level 4, Ganjar: Terima Kasih Masyarakat

Dalam kesempatan itu ia juga berpesan, agar standar operasional prosedur (SOP) untuk kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keselestarian lingkungan, baik kepada karyawan, pemandu wisata lokal maupun nasional, pengunjung, masyarakat sekitar dan pihak lain yang beraktivitas di DTW. Dan memasang imbauan tertulis prokes, serta sarana dan prasarananya, terkait penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang S. Achmad Husein menyebutkan kegiatan tersebut diikuti oleh 80 orang peserta yang merupakan pengelola DTW dan pengelola homestay se-Kabupaten Magelang. “Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas atau kompetensi para pengelola daya tarik wisata dan pengelola homestay/pondok wisata,” katanya.

Salah satu peserta pelatihan, Riyadi mengungkapkan dari pelatihan tersebut, ia mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan pengelolaan Homestay khususnya di masa pandemi Covid 19 ini. “Kami berharap agar tetap bisa bertahan dan memberikan terbaik dalam melayani wisatawan yang berkunjung di kawasan Borobudur” kata pengelola Homestay di Kujon Borobudur tersebut.