Advertisement
Belum Ada Pengganti Raja, Seperti Ini Sistem Pemerintahan di Mangkunegaran
Keluarga KGPAA Mangkunagoro IX berziarah di makam setelah prosesi pemakaman selesai di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar Minggu (15/8/2021). - Candra Putra Mantovani/Solopos
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Sudah sepekan, KGPAA Mangkunagoro IX meninggal dunia yakni pada Jumat (13/8/2021) lalu di Jakarta. Suksesi pengganti KGPAA Mangkunegara IX di Puro Mangkunegaran masih menjadi tanda tanya besar.
Plt Pengageng Kabupaten Mandrapura, Supriyanto Waluyo mengatakan pemilihan pengganti raja saat ini belum diputuskan.
Advertisement
"Simpel nek mriki ( Simple Kalau disini), Tunggu saja. Tapi nggih ngangge tahapan ( semua menggunakan tahapan) Tahapan itu yang menentukan keluarga inti. Mriki kan mung praja ( kita kan cuma prajurit ) atau abdi dalem, beda," ucapnya saat ditemui di Puro Mangkunegaran, Jumat (20/8/2021).
Baca juga: BMKG Susun Peta dan Skenario Model Tsunami di 41 Wilayah, Mayoritas di Jawa
Dia menyampaikan, terkait penerus trah Pangeran Sambernyawa itu akan diputuskan oleh pihak keluarga inti.
"Keluarga inti itu ya permaisuri, putra, dan sederek. Yang utama itu, yang menentukan keluarga. Kan ini masih masa berduka," paparnya.
Keluarga Raja Mangkunegaran. [Dok Mangkunegaran]
Dia menjelaskan, dalam tradisi Mataram, penerus tahta akan diputuskan dengan batasan kira-kira dalam waktu 100 hari.
"Ya batasannya kira-kira 100 hari. Ini masih masa berkabung. Ora pantes, mben lerem sik. Nek wong Jawa kan ngoten ( belum pantes, biar landai dulu. Kalu orang jawa kan begitu)," terangnya.
Menurutnya, waktu 100 hari itu sudah menjadi tradisi turun temurun dari masa lampau.
Baca juga: Begini Proses Evakuasi WNI di Afganistan, Izin Mendarat Pesawat Ditunda Berkali-kali
"Mataram begitu. Kurang lebihnya begitu. Nggih, bersabar dulu. Tapi pasti," urainya.
Dia menjelaskan, roda pemerintahan di Puro Mangkunegaran saat ini tetep berjalan seperti biasa.
Sementara untuk pemegang kendali Puro Mangkunegaran saat ini, Supriyanto menambahkan, dipegang oleh Praja.
"Kita tetap berjalan seperti biasa. Sementara berjalannya roda Pemerintahan Puro dilakukan oleh Praja Mangkunegaran."
"Praja ini tetep berjalan. Tidak rumit seperti masa kerajaan. Sekupnya lebih kecil, hanya di dalam tembok kerajaan," tuturnya.
Sementara, Forum Kebudayaan Mataram (FKM) Bendoro Raden Mas (BRM) Kusumo Putro berharap kekosongan Pada kursi Mangkunegoro selanjutnya harus segera di isi.
Hal tersebut menurutnya, agar roda Pemerintahan di Puro Mangkunegaran dan sistem kebudayaan di Jawa tidak berhenti.
"Sejak Mangkunegoro lX surut, harus segera ada pengganti agar kearifan lokal yang sudah ada bisa tetap berjalan."
Oleh karena itu tambah Kusumo, harus ada figur yang mumpuni sebagai pengganti Mangkunegoro lX.
"Yaitu yang layak dan mengetahui mengenai seni budaya, adat istiadat Mangkunegaran. Terutama adat Masyarakat Jawa."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
Advertisement
Kelompok Budidaya Maggot Tegalrejo Tekan Volume Sampah Organik
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran 2026: ASDP Siapkan Kapal dan Diskon Tarif 100 Persen
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- Perang Iran-Israel Memanas, Begini Nasib Pariwisata di Jogja
- Terbantu JKN, Pensiunan ini Jalani Cuci Darah Tanpa Hambatan
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Makan Bergizi Gratis Jangkau 61 Juta Orang, UMKM Lokal Jadi Pemasok
- Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
Advertisement
Advertisement







