Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Ratusan Penumpang Lompat ke Laut
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Pakar imunisasi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pilih-pilih merek vaksin. Karena semua merek vaksin hakekatnya sama baiknya. Selain itu melakukan vaksinasi adalah jalan terbaik untuk menghindari penularan COVID-19 yang semakin cepat dan berbahaya.
Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan saat ini ketersediaan stok vaksin di dunia semakin terbatas. Selain itu, mutasi virus COVID-19 yang menghadirkan beragam varian baru juga semakin berbahaya untuk masyarakat. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 di Kota Jogja Bakal Menyasar ke Kampung-Kampung
“Semakin ganas virus melalui variannya, maka pemerintah akan lebih mudah mengalahkannya dengan menggunakan vaksin dari berbagai platform, misalnya Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer,” ujar Jane dalam rilis yang dikirim Bidang Komunikasi KPC-PEN, Jumat (20/8/2021).
Ia mengatakan adanya tren positif minat masyarakat semakin tinggi untuk divaksin ini sangat perlu dipertahankan. Karena berdasarkan data, COVID-19 akan memberi dampak lebih mematikan kepada pasien yang belum menerima vaksinasi. “Kasus yang sakit dan meninggal sebagian besar dari yang belum divaksinasi," tegas Doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Netherland ini.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Soedjatmiko turut mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk menghindari bahaya COVID-19. Berdasarkan data, COVID-19 sudah merenggut lebih dari 120.000 nyawa di Indonesia. Di seluruh dunia, semua orang saat ini sedang berebut untuk mendapatkan vaksinasi. Semakin banyak masyarakat dunia yang kini memahami dan meyakini manfaat vaksin untuk menghindarkan mereka dari COVID-19.
BACA JUGA : Vaksinasi Difabel Dilakukan dengan Jemput Bola
“Sudah banyak anak Indonesia kehilangan orang tua akibat virus ini. Orang tua yang tidak mau divaksinasi, berarti tidak sayang kepada anak-anak dan keluarganya, karena membiarkan anak dan keluarganya lebih mudah diserang virus Corona,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.