IDI Ajak Dokter Kenakan Pita Hitam Sebulan Penuh

Tim Mitigasi PB IDI dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menggelar doa bersama untuk mengenang perjuangan para dokter yang meninggal karena Covid-19. - Instagram @ikatandokterindonesia
17 Agustus 2021 06:47 WIB Aprianto Cahyo Nugroho News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengajak seluruh dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia mengenakan pita hitam sebagai bentuk keprihatinan atas angka kematian akibat Covid-19.

Ajakan tersebut tertuang di surat edaran PB IDI yang diunggah akun resmi Twittter @PBIDI, Senin (16/8/2021).

Ketua Umum PB Idi Daeng M. Faqih mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun ini masih berada di tengah suasana pandemi Covid-19 yang justru mengalami peningkatan.

Bahkan, kasus angka kematian di masyarakat masih tinggi, ditambah pula dengan tingginya kematian dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga berdampak pada masalah ekonomi, terutama dirasakan oleh masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, sumber kehidupan, dan masalah sosial lainnya.

“PB IDI meminta kepada seluruh dokter anggota IDI dan seluruh jajaran pengurus IDI di seluruh Indonesia untuk menyampaikan rasa keprihatinan,” ujar Daeng.

Rasa keprihatinan ini ditujukkan dalam bentuk pengenaan pita hitam di bagian dada kiri atau lengan kiri terhitung sejak Selasa (17/8/2021) selama satu bulan penuh.

Ia juga mengimbau kepada seluruh IDI Cabang dan IDI Wilayah untuk menyampaikan seruan keprihatinan ini bersama Organisasi Profesi Kesehatan lain dan Asosiasi Fasilitas Kesehatan di daerah masing-masing.

“Serta terus menerus melakukan konsolidasi internal organisasi dan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder di daerah masing-masing untuk bahu-membahu melakukan upaya maksimal penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Mitigasi PB IDI mencatat terdapat 640 dokter gugur akibat terinfeksi Covid-19 hingga Rabu (4/8/2021). 

Sumber : Bisnis.com