Vaksin Merah Putih Akan Diberikan Tahun Depan

Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. - LIPI
16 Agustus 2021 16:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksin Merah Putih diharapkan bisa mulai digunakan pada pertengahan tahun depan atau 2022.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan saat ini pengembangan vaksin Covid-19 tersebut masih harus menjalani bermacam proses.

"Kita mengharapkan bahwa vaksin Merah Putih sudah bisa mulai diberikan di pertengahan tahun 2022 karena sekarang masih dalam berbagai proses," kata Amin, Senin (16/8/2021).

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD mengemukakan bahwa masalah penyediaan vaksin, obat, dan alat kesehatan dalam upaya penanggulangan Covid-19 harus segera dipecahkan.

Amin menuturkan pengembangan vaksin Merah Putih merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19.

Dia menambahkan Indonesia untuk pertama kalinya membuat vaksin dari nol dalam pengembangan vaksin Merah Putih, sehingga prosesnya tidak secepat perusahaan-perusahaan vaksin besar yang sudah sejak lama membuat dan memproduksi vaksin.

"Memang kita mengantisipasi sekitar 18 bulan sampai 24 bulan lah untuk membuat vaksin itu sendiri. Tidak bisa secepat perusahaan-perusahaan vaksin yang besar yang memang sudah mulai sejak lama," katanya.

Menurut perhitungannya proses pengembangan vaksin Merah Putih sampai vaksin tersebut bisa digunakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Sebanyak 90 persen kegiatan penelitian dan pengembangan bibit vaksin Merah Putih sudah diselesaikan.

"Saat ini kita sedang masuk di proses peralihan. Dari sejak Januari lalu kami sudah bekerja sama dengan Bio Farma untuk melakukan scaling up, optimasi, dan meningkatkan yield atau produktivitasnya," kata Amin.

Amin mengatakan bahwa selanjutnya vaksin Merah Putih juga harus melewati proses pengujian untuk mengetahui tingkat keamanan dan kemanjuran maupun kehalalan.

Sumber : Antara