Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Moderna./Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA – Dua studi baru menunjukkan bahwa vaksin mRNA dari Pfizer/BioNTech kurang efektif jika dibandingkan dengan vaksin mRNA dari Moderna Inc. Dua studi ini dipublikasikan di medRxiv pada hari Minggu (8/8/2021) yang belum dievaluasi oleh rekan sejawat.
Melansir Pehal News, Rabu (11/8/2021), penelitian yang melibatkan 50.000 penderita dalam Mayo Clinic Health System ini menemukan bahwa efektivitas vaksin Moderna terhadap infeksi telah turun menjadi 76 persen pada Juli ketika varian Delta menjadi dominan, dari 86 persen pada awal 2021. Selama interval yang sama, efektivitas vaksin Pfizer/BioNTech telah turun menjadi 42 persen dari 76 persen, kata para peneliti.
“Sementara setiap vaksin tetap efisien dalam menghentikan rawat inap COVID, suntikan booster Moderna mungkin penting bagi siapa saja yang memperoleh vaksin Pfizer atau Moderna awal 12 bulan ini,” kata Dr. Venky Soundararajan dari Massachusetts information analytics firm nference, yang memimpin penelitian Mayo.
Dalam penelitian terpisah, penghuni panti jompo di Ontario, Kanada, menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat, terutama terhadap varian yang mengkhawatirkan, setelah menerima vaksin Moderna dibandingkan setelah menerima vaksin Pfizer/BioNTech.
Anne-Claude Gingras dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Toronto, yang memimpin penelitian di Kanada mengatakan, orang tua mungkin menginginkan dosis vaksin yang lebih besar, booster, dan tindakan pencegahan yang berbeda.
"Kami terus percaya, penguat dosis ketiga mungkin diperlukan dalam waktu 6 hingga 12 bulan setelah vaksinasi penuh untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi." kata juru bicara Pfizer ketika diminta untuk menanggapi temuan tersebut.
BACA JUGA: Satgas Minta Masyarakat Indonesia Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Pada awal bulan Juli, Pfizer berencana untuk menyerahkan data kepada regulator AS pada pertengahan Agustus tentang manfaat dosis ketiga, setelah penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa efektivitas vaksin Pfizer terus menurun hingga 84 persen setelah empat hingga enam bulan setelah seseorang mendapatkan dosis kedua. Pfizer juga berencana mengajukan aplikasi untuk suntikan booster ke FDA pada bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.