Antrean Makin Panjang Akibat Pandemi, Program Haji Usia Muda Dikampanyekan

Kegiatan travel haji dan umrah. - Ist.
10 Agustus 2021 06:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor salah satunya aktivitas haji dan umrah. Selama dua tahun terakhir Indonesia tidak bisa mengirim jemaah calon haji, dengan demikian antrean pemberangkatan makin panjang. Program haji usia muda pun terus dikampanyekan.

Di sisi lain biro haji dan umrah harus berjuang keras agar tetap bertahan di tengah badai pandemi. Tak sedikit kantor biro yang harus tutup. Tetapi mereka yang mampu bertahan selalu mengedepankan kreativitasnya.

BACA JUGA : MUI Keluarkan 5 Fatwa, Salah Satunya tentang Pendaftaran

"Dengan keluarnya ijin haji pada akhir juli 2021, ijin haji bisa kami dapatkan. Kami terus melakukan sosialisasi #HajiSelagiMuda,” kata Agus Muhammad selaku CEO Freshnel dalam rilisnya, Selasa (10/8/2021).

Ia menambahkan dengan dua tahun Indonesia tidak bisa mengirimkan jemaah calon haji dengan demikian antrean pemberangkatan menjadi makin panjang. Menurut data Kemenag antrean haji saat ini bisa mencapai sekitar 30 tahun.

“Kalau ingin bisa menunaikan ibadah secara sempurna, maka minimal sejak remaja, sudah harus mendaftar haji. Rencana dibukanya kembali umrah untuk jemaah internasional dalam waktu dekat ini diharapkan menjadi kebangkitan kembali industri travel umrah dan haji,” katanya.

Direktur Marketing Freshnel Rita Eko Yuniarti menambahkan sejak umroh ditutup pada bulan Februari 2020 lalu, travel umrah dan haji mengalami pukulan berat. Tak sedikit yang tutup dan berubah haluan bisnis, hanya sedikit yang masih mampu bertahan dengan tetap membuka kantornya dan konsisten dengan program haji umrah.

BACA JUGA : 317 Jemaah Calon Haji Asal Kota Jogja Tahun Ini Batal 

"Kami tetap buka kantor sebagai komitmen atas kepercayaan masyarakat yang sudah memilih kami untuk menjalankan ibadah haji, umroh. Bahkan saat ini kami gencar mengkampanyekan syiar #HajiSelagiMuda,” katanya.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan selama bertahan di masa pandemi antara lain terus berupaya hingga keluar izin umroh dengan akreditasi A dan ijin haji. Melakukan sosialisasi melalui kelas inspirasi tematik secara rutin untuk umum. Serta program inovatif terkait haji dan umrah.