Advertisement
Eks Menkes Siti Fadilah 'Ngotot' Pakai Vaksin Nusantara, Ini Alasannya
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari tidak bisa menerima vaksin konvensional. Dalam wawancara dengan Karni Ilyas yang dipublikasikan akun youtube Karni Ilyas Club, Siti mengatakan bahwa anak-anaknya sudah mendapatkan vaksin Sinovac. Selain itu, sebagai seorang dokter, dia bisa mendapatkan vaksin Moderna.
Akan tetapi, Siti mengaku tidak akan menggunakan vaksin-vaksin tersebut karena dia memiliki komorbit atau penyakit bawaan.
Advertisement
“Saya tidak bisa divaksin konvensional karena punya komorbit. Jadi harus pakai vaksin Nusantara,” ujarnya sebagaimana dikutip, Sabtu (7/8/2021).
Untuk menjaga imunitasnya, Siti mengaku mengkonsumsi vitamin D3 500 gram. Dia mengaku belum pernah melihat suplemen vitamin D3 1000 miligram yang dikonsumsi oleh Karni Ilyas.
Berbicara tentang penanganan Covid-19, menurutnya, pemerintah tidak malakukan identifikasi secara tepat. Selama ini menurutnya pemerintah hanya memfokuskan diri pada pembatasan kerumunan atau mobilitas masyarakat.
“Sejak Maret 2020, sudah berapa kali lockdown, PSBB, PPKM, mikro, PPKM darurat. Tujuan cuma satu hilangkan kerumanan. Kalau tujuan batasi human contact, sudah dapat. Sudah dapat batasi pergerakan tapi kasus masih tinggi. Artinya PPKM ternyata bukan jalan keluar yang baik ketika terjadi ledakan,” tuturnya.
Menurutnya, yang harus di ketahui oleh pemerintah adalah penyebab terjadinya ledakan penderita serta berani melakukan penelitian secara detail tentang karakteristik virus tersebut sehingga Pemerintah jangan menggunakan asumsi semata.
“Kenapa outbreak muncul setelah vaksin capai 13 juta. Apakah vaksinasi kurang banyak, atau setelah vaksinasi ada sesuatu yang terjadi. Ada penelitian yang menunjukkan vaksin ada side effect untuk mutasi dan keganasan virus itu sendiri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 15 Maret
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
- Kasus Campak 2026 Tembus 8.716, Kemenkes Percepat Imunisasi
- Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Jogja Dipercantik Ornamen Ramadan
- AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Info Ayatollah Mojtaba Khamenei
- PSS Sleman Benahi Taktik dan Koordinasi Lini Saat Jeda Liga
- Pemkot Jogja Siapkan Wisata Sungai, Pengerukan Dimulai Usai Lebaran
- Arus Mudik Jalur Selatan Jateng Mulai Terlihat di Wangon Banyumas
Advertisement
Advertisement







