Nadiem Apresiasi Guru SMP 4 Patuk yang Jadi Wasit di Olimpiade Tokyo

Wahyana merupakan guru olahraga di SMP 4 Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dia menjadi wasit bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. - Instagram @nadiemmakarim
07 Agustus 2021 16:47 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ristek Nadiem Makarim mengungkapkan rasa bangganya kepada dua orang wasit asal Indonesia cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020, Wahyana dan Qomarul Lailiah (Lia).

Nadiem mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah mengharumkan nama Indonesia.

"Setelah pelajar, kini giliran sosok guru yang berprestasi di ajang olah raga dunia. Terima kasih atas pengabdian Bapak Wahyana dan Ibu Lia yang berhasil menembus Olimpiade Tokyo 2020 sebagai wasit cabang bulu tangkis," ungkap Nadiem lewat Instagram-nya pada Sabtu (7/8/2021).

"Ibu dan Bapak adalah inspirasi kami untuk terus berkontribusi mengharumkan nama Indonesia. Maju terus untuk guru-guru Indonesia!," lanjutnya.

Perlu diketahui, Wahyana dan Lia adalah wasit yang memegang sertifikasi Badminton World Federation (BWF), level tertinggi dalam perwasitan bulu tangkis.

Lia berasal dari Surabaya dan mengajar di SDN Sawunggaling I/3 jadi wasitbulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020./Instagram @nadiemmakarim

Wahyana merupakan guru olahraga di SMP 4 Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dalam ajang olahraga akbar ini, Wahyana menjadi wasit dalam pertandingan final ganda tunggal antara Yu Fei Chen dari China melawan Tzu-Ying Tai pada 1 Agustus.

Sementara itu, Lia berasal dari Surabaya dan mengajar di SDN Sawunggaling I/3. Lia menjadi service judge saat pertandingan semi final ganda putri antara Korea Selatan dan China pada 31 Juli.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia