Hampir 50 Juta Penduduk Indonesia Telah Disuntik Vaksin Covid Dosis Pertama

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid/19 kepada para pelaku usaha perdagangan di Thamrin City, Jakarta pada Senin, 3 Mei 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
07 Agustus 2021 06:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat vaksinasi dosis pertama telah diterima hampir 50 juta penduduk Indonesia, tepatnya 49.391.058 orang, hingga 6 Agustus 2021.

Jumlah tersebut merupakan kumulatif dari penambahan jumlah orang yang divaksinasi pada hari ini yaitu mencapai 556.935 orang.

Sementara itu, masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis kedua mencapai 22.891.824 orang atau naik 681.445 jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Sayangnya, kumulatif suntikkan dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 pada hari ini masih dibawah target 2 juta dosis per hari seperti yang dicanangkan pemerintah.

Adapun, untuk bisa mencapai kekebalan kepompok, pemerintah menargetkan sebanyak 208,2 juta penduduk Indonesia disuntik vaksin Covid-19.

Untuk mencapainya, pemerintah berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan vaksin melalui komunikasi intensif ke negara-negara produsen vaksin Covid-19.

Hingga akhir bulan ini, pemerintah memastikan sekitar 45 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan akan datang secara bertahap.

Hingga 27 Juli 2021, Indonesia sudah mengamankan sebanyak 173,1 juta dosis vaksin Covid-19, terdiri atas 144,7 juta dosis dalam bentuk bulk dari Sinovac dan 28,6 juta dosis dalam bentuk produk jadi dari AstraZeneca Covax dan bilateral, Sinopharm dan Moderna.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa stok vaksin yang tersedia di fasilitas pemerintah pusat mencukupi untuk memenuhi permintaan daerah.

"Kita punya stok cukup vaksin. Tapi harus dipahami bahwa vaksin itu tidak bisa sekaligus vaksinasi semua sasarannya, karena dosis vaksin juga datang bertahap," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Kamis (5/8/2021).

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), total kedatangan vaksin di Indonesia hingga Selasa (3/8) berjumlah 179,4 juta dosis vaksin terdiri atas 144,7 juta dosis berbentuk bahan baku dan 34,7 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

Adapun, total vaksin jadi produksi PT Bio Farma berjumlah 152 juta dosis vaksin. Sebanyak 117,3 juta berupa bahan baku dan 34,7 juta berupa vaksin jadi. Bahan baku vaksin tersebut berjenis Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes melaporkan hingga Senin (2/8), vaksin yang telah didistribusikan menuju 34 provinsi berjumlah 90.988.817 dosis. Sebanyak 68.641.750 dosis di antaranya telah digunakan.

Menurut Nadia Indonesia tidak mengalami masalah dengan stok vaksin Covid-19. Tapi, masyarakat harus paham bahwa vaksin didistribusikan secara bertahap.

Kekosongan vaksin di beberapa daerah, kata Nadia, penyebabnya karena data stok vaksin tidak diperbarui, sehingga Kemenkes melihat stok vaksin di daerah masih aman. Menurut Nadia, masalah ini sudah diperbaiki. Jutaan dosis vaksin sudah dan akan didistribusikan ke daerah.

"Kami sudah mendistribusikan pada pekan ketiga itu 3 juta untuk vaksin dosis kedua dan yang pekan keempat ini ada sekitar 6 juta. Nanti kami akan kirim lagi sekitar 6 juta," katanya.

Nadia mengatakan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi juga mempengaruhi persediaan vaksin di Tanah Air. Apalagi, sekarang usia sasaran vaksinasi semakin luas.

"Sekarang ini vaksinasi tidak ada batasan khusus, artinya siapapun, usia di atas 12 tahun bisa divaksin. Jadi tentu harus cermat mengatur kuota vaksinnya," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com