Hasil Studi: Vaksin mRNA Cepat Pulihkan Pasien Covid-19 Varian Delta

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters
07 Agustus 2021 07:17 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA –Kabar baik bagi pengguna vaksin jenis mRNA. Para peneliti di Singapura mengatakan pasien covid-19 yang sudah disuntik vaksin jenis mRNA cenderung mengalami pemulihan lebih cepat dan periode isolasi lebih pendek jika mereka terinfeksi covid-19 pasca vaksinasi.

Penelitian itu dilakukan terhadap lebih dari 200 orang di Singapura yang terinfeksi varian Delta, dimana 71 orang  sudah divaksinasi lengkap Covid-19 dan 130 orang yang tidak divaksinasi. Mereka yang divaksinasi menerima vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna, seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat (6/8/2021).
 
Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa vaksin mRNA membantu tubuh menghasilkan respons kekebalan yang kuat terhadap virus, termasuk terhadap beberapa varian.

Wakil dekan penelitian di Saw Swee Hock School of Public Health, Alex Cook, mengatakan  penelitian menunjukkan bahwa untuk orang yang divaksinasi, viral load mereka di hari ke 7 hampir sama dengan orang yang tidak divaksinasi pada hari ke 14.

Hal itu, menunjukkan bahwa periode isolasi pasien yang divaksinasi menjadi yang lebih pendek.
 
Seorang ilmuwan utama di sebuah perusahaan biotek AS yang dia minta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan ada kasus kuat yang harus dibuat bahwa sekitar hari ke-10, orang yang sudah divaksina memiliki risiko penularan yang rendah.
 
Data yang dikumpulkan oleh para peneliti, termasuk nilai cycle threshold (Ct) ini mengacu pada berapa banyak siklus yang diperlukan sinyal fluoresen untuk melewati ambang batas sebelum virus terdeteksi pada pasien. Nilai Ct berbanding terbalik dengan jumlah virus.
 
Ditemukan bahwa meskipun nilai Ct serupa untuk orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi pada awal infeksi, pada median Ct 19.2 dan Ct 18.8 masing-masing, nilai Ct kemudian meningkat lebih cepat bagi mereka yang divaksinasi, menunjukkan bahwa lebih banyak siklus diperlukan untuk mendeteksi virus, karena viral load lebih kecil.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Jual Beli Kios Abu Bakar Ali Diduga Gunakan Duit untuk Judi dan Minum Miras
 
Temuan ini muncul ketika lebih banyak kasus infeksi terobosan, yakni kasus ketika seseorang yang divaksinasi terinfeksi Covid-19.
 
Para peneliti Singapura memposting makalah mereka, yang belum ditinjau sejawat, dalam arsip online untuk manuskrip medis dan kesehatan yang lengkap tetapi tidak dipublikasikan yang disebut medRxiv pada 31 Juli. Di dalamnya, mereka mengatakan temuan mereka memiliki implikasi untuk kebijakan pengendalian infeksi. Para peneliti mengatakan ini mungkin studi pertama yang menunjukkan dampak vaksinasi pada viral load selama pasien sakit.
 
"Durasi infektivitas yang lebih pendek memungkinkan durasi isolasi yang lebih pendek untuk individu yang divaksinasi," kata surat kabar itu. Makalah tersebut juga telah diajukan ke jurnal ilmiah.
 

Sumber : Bisnis.com