Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Siapkan Penertiban Besar
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Petugas menata vaksin Covid-19 Sinovac di lemari pendingin gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021)./Antara-Fakhri Hermansyah
Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia akan mulai dikirimkan Agustus hingga Desember 2021. Saat ini, vaksinasi Covid-19 baru mencapai 23 persen dari target.
“Dilihat sejak 13 Januari 2021, kita memulai vaksinasi yang pertama yang dari yang kita berikan kepada tenaga kesehatan sampai dengan hari ini sudah kurang lebih 69 juta dosis ya yang sudah kita suntikan. Yang mendapatkan dosis pertama itu sekitar 23 persen,” kata Nadia pada Doalog KPCPEN, Kamis (5/8/2021).
Dilihat dari angka tersebut dan ketersediaan vaksin, baru 60/70 juta yang disuntikan. Sementara kebutuhan vaksinasi kepada 70 persen penduduk atau 208 juta orang, Indonesia membutuhkan 426 juta dosis.
“Artinya kalau kita melihat saat ini jumlah vaksin yang kita terima dari produsen vaksin itu baru 152 juta, jadi memang harus mencukupi 300 juta lagi,”kata Nadia.
Dia menyebutkan, kurang lebih 300 juta dosis ini akan diterima Indonesia mulai Agustus sampai dengan Desember tahun ini.
“Tentunya yang menjadi tantangan untuk kita kalau kita kemarin hanya menyuntikan kurang lebih sejuta sekarang menjadi dua kali lipat jadi dua juta per hari. Artinya memang kita harus meningkatkan upaya penyuntikkan dosis per harinya di semua wilayah,” kata Nadia.
Untuk meningkatkan kapasitas penyuntikan, Kementerian Kesehatan dibantu kementerian dan lembaga lainnya melakukan distribusi tentunya secara bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin.
“Karena kita tahu bahwa ini juga butuh waktu. Karena vaksin yang yang belum jadi harus diolah dulu menjadi vaksin jadi, dan kemudian akan dijadikan vaksin yang siap dan sebelum diedarkan itu harus melalui suatu proses quality control untuk memastikan keamanan dari vaksin tersebut,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.